Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Cursed Journey Of Zhura

The Cursed Journey Of Zhura

Dengan tinta yang harum, mereka menuliskan doa pada lentera, berharap kedamaian dan kemakmuran tercurah pada dunia baru. Beberapa saat kemudian, arahan dikeluarkan. Lentera-lentera mulai diterbangkan, detik itu juga malam menjadi berkepingan emas. Zhura pun ingin menerbangkan lentera miliknya. Tapi ia hampir putus asa menuliskan tinta di lenteranya hingga itu menjadi kusut. Maklum, permukaannya mudah robek jadi ia kesulitan. Pada saat atensinya terfokus pada kegiatannya, Azhara datang. Zhura sontak terkesiap kikuk berhadapan dengan pemuda itu.
10.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Kini, tinggal Christopher, wakil presiden dari Perkumpulan Puisi Ibu Kota, ahli kaligrafi dan lukisan Matt, serta para saksi, Senja dan Leia. Ketika giliran Leia tiba pada hitungan keseratus, ia terlihat tersandung. Ia melirik Senja dengan alis sedikit mengerut. Pada hitungan angka tiga, Leia kesulitan. Semua puisi yang berkaitan dengan angka tiga yang ia ingat sudah dibacakan. Setelah beberapa saat berpikir keras, ia dengan enggan melafalkan, "Sinar matahari menghangatkan musim semi ketiga, bunga-bunga bermekaran di hamparan merah sejauh ribuan mil." Setelah selesai, ia menghela napas lega.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Gracya mengatur napasnya, berusaha menenangkan diri. “Lonceng itu adalah suara dosa,” tulis Bu Susan di halaman berikutnya. “Bukan hanya milikku, tetapi juga milik kita semua yang ada di sini. Setiap dentang adalah peringatan dari mereka yang kita abaikan, mereka yang menjadi korban dari kesalahan kita.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Manusia memang seperti itu, akan tersesat di tengah sanjungan. Membaca puisi tak lagi mampu memuaskan rasa percaya diri para pelajar yang tengah meledak-ledak. Seseorang mengusulkan untuk membuat puisi di paviliun ini. Jika kelak ada yang lulus ujian, paviliun ini akan menjadi tempat yang dapat dikunjungi oleh siswa di masa mendatang.
9.3430.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.0K kali sebagai puisi lentera pendidikan
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Pernikahan Kilat Dosen Killer

Pernikahan Kilat Dosen Killer

“Bayangan yang dulu menakutkan kita sudah hilang. Yang tertinggal hanya cahaya.” Arga mengangguk, menatap bintang yang mulai bermunculan di langit. “Cahaya yang akan tumbuh, dan tak akan padam lagi.” Malam itu, untuk pertama kalinya, desa benar-benar merasa merdeka. Bukan karena menang perang, tapi karena berhasil menyalakan api kecil yang akan terus menerangi jalan mereka: pendidikan. Dan di ujung laut, bulan tersenyum penuh, seolah ikut merayakan lahirnya fajar baru yang abadi.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Terpujilah wahai engkau bapak ibu guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Wahai engkau ibu bapak guru Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau laksana cahaya bangsa dalam kegelapan Namamu s’lalu terukir di dalam hatiku Engkau laksana pahlawan bangsa Tanpa tanda jasa Aku serta siswi lainnya semakin histeris meresapi lagu itu. Walau aku sendiri tidak begitu mengetahui maknanya, tetapi syair dibait terakhir “Engkau laksana pahlawan bangsa, Tanpa tanda jasa”. Ya, guruku pak Kasmirin memang pantas disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Karena jasanya kami mampu membaca, berhitung dan memiliki banyak ilmu pengetahuan yang baru.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Wu Shi diam sejenak sambil melihat keadaan sekitar, memastikan takkan ada yang menganggu mereka lagi. "Ya. Ini Gua Abadi. Lalu tempat ini adalah Dinding Cermin Kebenaran. Sesuai yang disebut, tempat ini akan mengungkapkan kebenaran tentang diri kita sendiri. Mulai dari penampilan, kekuatan, kebiasaan dan lain sebagainya." "Itu aku juga tahu." Wu Shi mengangguk lantas menyentuh genangan air di bawahnya. Kemudian berkata, "Aku pernah dengar dari seseorang, tempat ini adalah latihan untuk para murid Perguruan."
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Diary Yang Basah

Diary Yang Basah

itu komentar mama Asni. “Lentera diujung senja// Kemuning yang terguris lembayung meredup dipelataran nirwana/ Kelam tertutup awan yang menghitam/Tiada lagi warna yang indah /Menghiasi hadirnya senja di pijaran kemuning// Jingga warna itu kemana/ Dia pun hilang dan redup sebelum sampai keperaduannya/ Tergantikan oleh gelap kelam menutup sebuah hari//Hanya sebuah lentera tinggal di sana/Menggantikan kemuning dan rona jingga/ Di ujung nirwana untuk temani senja//” Itu komentar Dessy ***
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Sudah hampir sepuluh menit. Emma bahkan tidak meliriknya sekali pun. Dan anehnya, itu sangat mengganggu. “Puisi,” lanjut Pak Mahesa sambil berjalan perlahan di depan kelas, “adalah cara manusia menyembunyikan luka tanpa benar-benar menutupinya.” Sunyi. Semua seperti terhipnotis pada suara Pak Mahesa yang berat dan dalam. “Hari ini, kalian akan menulis puisi bebas.”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi lentera pendidikan
Baca
+Pustaka
Legenda Raja Pendekar

Legenda Raja Pendekar

Aku mengarungi samudera darah Akulah sang pengembara Melenggang ke Barat, Meluruk ke Timur, Merangsak ke Utara, Merantau ke Selatan, Kan kuremas matahari di telapak tanganku Kan kupecahkan wajah rembulan Tak ada lawan, Tak ada tandingan, Ilmu dari segala ilmu. Suara Tian Shan kasar dan gemetaran, tetapi Mei Hwa meleletkan lidah. Dalam hatinya ia kagum terhadap pencipta syair. Kagum bahwa orang itu begitu percaya pada ilmunya. Dan bahwa ilmu tiada tandingan tentu bukan sembarang ilmu. Ilmu dari segala ilmu.
1044.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puisi lentera pendidikan
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status