Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nada di Hati Sastra

Nada di Hati Sastra

Nada yang mengisi sunyinya, melengkapi kekurangannya, dan menjadi irama paling indah dalam hidupnya. Nada akan selalu tinggal di hati Sastra dan selamanya ... akan tetap di sana. ~~~~~~~~~~~~ ~ Luka yang pernah tercipta mungkin tidak akan mudah dilupakan. Namun, cinta yang tulus selalu mampu menyembuhkan. Kanietha ~~~~~~~~~~~~ Hula, Mba beb ter💙💙💙 Nada dan Sastra pamit undur diri dengan menyelipkan anaknya papa Raga di sana. Dan, kiss banyak2 karena sudah mengikuti sampai bab akhir 🤗🤗🤗
1027.3K viewsCompletedAdded to Library 736 Times as puisi mentari
Show Reviews (25)
Read
+Library
Waroeng Boneka Ulujami
dari awal cerita sudah bikin penasaran. suka bgt sama karakter nada yg ga menye² dan karakter sastra yg gercep. lebih suka cerita begini, ga terlalu drama tapi alur cerita tetap menarik. perkembangan karakternya bagus. thankyou author ...️
V3_
Baru kelar baca ini. Ceritanya seru & bagus, gak ada drama yg bertele-tele, bab nya juga gak banyak jadi gak bikin bosen. tingkah Nada sama Sastra kocak bikin ketawa sendiri bacanya. sukses dan sehat selalu buat Mbak Beb.
Read All Reviews
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Kini dia sedang berdiri di luar ruang, saat menatap ke atas terlihat langit gelap dihiasi bintang-bintang kecil yang sinarnya tampak berpendar. Di sekelilingnya banyak bunga mati dan lampu ceri. Tak jauh darinya ada sebuah meja bundar dengan dua kursi yang di atasnya ada lilin dan alat makan. Laura menoleh ke arah Taufan takjub. "Ini kita di atas rooftop?"
101.1K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as puisi mentari
Read
+Library
Wanita yang Kau Sakiti

Wanita yang Kau Sakiti

"Jangan pernah berharap pada pelangi. Lihat mentari. Dia selalu hadir tak peduli dijeda malam, atau pun ditutupi awan kelabu. Dia selalu datang dan datang, meski kadang manusia mengoceh betapa teriknya dia bersinar." Satya perlahan meraih tangan Lintang yang dipasangi infus. Menyatukan jemari mereka yang terasa sangat pas. Hening menyita waktu mereka sebentar. Kedua orang itu hanya menatap jalinan jemari mereka yang bertaut. Ada dentuman halus yang berdetak di dada keduanya. Menenangkan badai yang berkecamuk di dada wanita itu. Rona merah segera terbit di wajah Lintang saat perasaan nyaman tiba--tiba hadir. Akan tetapi, hanya sebentar. Dia menarik tangannya kembali. "Aku tidak tahu apakah bi
1063.0K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as puisi mentari
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu ia menarik napas panjang, meletakkan tangannya di dada, dan mulai mendeklamasikan: > “Kamu seperti nasi hangat Di pagi yang belum sempat Aku lapar, kamu kenyang Hatiku tenang, dompetku senang.” Tari mengerjap, lalu menutup mulutnya sendiri. Tapi ia tak bisa menahan lebih lama. Tawanya pecah begitu saja. “Apa itu?” katanya di antara tawa. “Apa-apaan itu?” Radit tersenyum bangga. “Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 343 Times as puisi mentari
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Mentari merangkak perlahan dari balik pegunungan yang diselimuti kabut tipis, seperti lukisan tinta di atas kanvas pagi. Di kejauhan, daun-daun cemara Korea menggigil dalam embun, mengguratkan puisi sunyi yang hanya dimengerti oleh jiwa-jiwa yang telah belajar mendengarkan bisikan angin. Di beranda rumah Nyonya Choi yang menghadap ke timur, Lintang duduk bersila, memejamkan mata, meresapi getaran pagi seperti seorang pertapa yang menjahit makna dari setiap napas alam.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as puisi mentari
Read
+Library
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Suara Sylvaria lembut, penuh rasa haru. Vandero menoleh kepadanya, tatapannya penuh kelembutan yang belum pernah dia berikan kepada Therina. "Nggak pernah sekali pun aku melupakannya." Dia meletakkan telur mata sapi yang baru digoreng ke piring dan mendorongnya ke depan Sylvaria. "Coba, lihat apa rasanya masih sama." Sylvaria mencicipinya, wajahnya segera berseri. "Lebih enak daripada dulu."
7.7K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as puisi mentari
Read
+Library
Mentari Pernikahan Dini

Mentari Pernikahan Dini

Alunan musik mulai terdengar, lagu yang dibawakan Mentari kali ini adalah Kuasamu dari Bunga Citra Lestari. Semua pengunjung terdiam mendengar betapa merdu dan lembutnya suara Mentari, Mentari bernyanyi dari hati sehingga membuat para penonton terbawa perasaan. Suara indah Mentari mampu menghipnotis semua pengunjung cafe, bahkan ada pula orang yang kebetulan lewat langsung mampir mendengar betapa indahnya suara Mentari.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as puisi mentari
Read
+Library
White Love

White Love

makasih banget ya ucap Mentari Mentari pun berjalan ke arah yang ditunjukkan kasir kemudian berhenti tepat di depan sebuah pintu bercat putih di atasnya terlihat tulisan manajer Mentari mengetuk pintu beberapa kali dan menunggu jawaban dari dalam selang beberapa menit pintu pun terbuka dengan tari masuk ke dalamnya silakan Ada perlu apa tanya seorang wanita paruh baya tanpa ekspresi Oh ini Mbak Eh maaf ibu Bu Saya mau melamar pekerjaan jawab bentar Coba lihat surat lamarannya Mentari pun memberikan salah satu makna berisi surat lamaran kepada wanita yang duduk di depannya nya wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu pun membolak-balik berkat yang diterimanya dari Mentari kemudian
106.4K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as puisi mentari
Read
+Library
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

Cintanya, perhatiannya, dan kepeduliannya kepadaku, semuanya memiliki tujuan, yaitu untuk Sanny. Hatiku sangat sakit. Ketika hendak mencapai pintu kamar, aku mendengar suara dari kamar. "Aku tidak sakit, aku pura-pura kena leukemia." Suara bangga Sanny terdengar di telinga aku, "Aku hanya ingin Linda kehilangan harapan hidup, aku hanya mau dia sadar bahwa Ayah dan Abang paling menyayangiku."
22.9K viewsCompletedAdded to Library 801 Times as puisi mentari
Read
+Library
Pesona Sang Mantan

Pesona Sang Mantan

Demi apa hidungku disodok-sodok. Semua serangkaian tes telah selesai dan sudah ada hasilnya, aku pun diizinkan menaiki gerbong kereta. Kukirim pesan pada Mama kalau aku akan segera berangkat. [Hati-hati, Bil. Buat istirahat selama perjalanan. Ingat makan dan salat. Kabari Mama terus. Yowes, Mama mau masak lagi ini.] [Baik, Kanjeng Ratu. Wkwkwk]
2.0K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as puisi mentari
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status