Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

Zayn merintih kesakitan sambil merengek, "Istri dan ibu tiriku nggak bisa diandalkan. Hanya ibu yang menyayangiku. Maafkan aku, Bu. Aku menyesal. Kumohon, bantulah aku dan Jihan. Kami sudah nggak punya yang lagi." Aku tidak berkomentar apa pun, lalu menutup telepon. Arya, Kevin, dan Laura memanggilku. Hari ini adalah perayaan ulang tahunku ke-58. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun dan berharap aku selalu merasa bahagia. Ya, aku akan bahagia.
5.7K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as puisi mentari
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 227 Times as puisi mentari
Read
+Library
Dear Mantan

Dear Mantan

Tiap nulis ketiduran jadi maaf ya kemarin gak update. Kebetulan pas kebangun jam 12, dan gak bisa tidur lagi. Akhirnya aku mutusin buat nulis 🤭 Semoga kalian suka sama part ini. Tolong tahan emosi, takut Darting. Siapa yang baca ini jam 01.40? Backsound - Rosa - hati yang kau sakiti. Biar kaya di sinetron azab 😝😜 ————Happy Reading———— Vina membasuh wajahnya dengan kasar. Ia memandangi wajahnya yang basah di cermin. Napasnya masih memburu, Vina masih tak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as puisi mentari
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Ego kesombongannya sebagai betina metropolis yang pernah merendahkan pemuda kampung ini kini lebur menjadi debu tak berharga. Hancur telak di bawah dominasi mutlak sang predator pembelah rimba, liang hangat itu menerima hukuman tanpa henti. "Maafin gue, Ar... gue nyesel banget... ahh... gue emang murahan pantes diginiin sama lo... jorokin terus ke dalem... ahh..." isak Rasti menempelkan pipinya pasrah di atas serpihan kayu kotor.
10.2K viewsOngoingAdded to Library 326 Times as puisi mentari
Read
+Library
Hari Pamermu, Hari Kematianku

Hari Pamermu, Hari Kematianku

Perjalanan sejauh lima kilometer memakan waktu tiga jam. Aku tinggal di bawah jembatan layang, tempat para tunawisma berkumpul. Seorang gadis kecil berusia 7 atau 8 tahun tidak sengaja terjatuh di depanku, dia hendak meminta maaf. Tapi saat melihat wajahku yang penuh dengan bekas luka, dia langsung menangis dengan keras "Dari mana datangnya pengemis jelek ini? Minggir kamu!"
5.3K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as puisi mentari
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
823 viewsCompletedAdded to Library 32 Times as puisi mentari
Read
+Library
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

Mungkin, malam ini Feray akan menjadi gadis yang tak lagi mampu menjaga kehormatan dalam dirinya yang berharga. “Kurang ajar! Yaa Tuhan, cabut nyawaku sekarang. Aku rela,” batin Feray. Feray yang memiliki arti cahaya rembulan bahkan malam ini tak sanggup lagi untuk sukarela berbagi cahayanya. Begitu pula dengan Jevan yang selalu mengagumi rembulan. Dirinya kecewa karena cahaya rembulan di langit sana tak mampu untuk sekadar menghiburnya hingga membuatnya memilih cahaya rembulan lain yang menghuni bumi. Ialah Feray.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi mentari
Read
+Library
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Dari balik jendela itu Aku melihat dirimu Kucuri pandanganmu Di sana Tersembunyi sebuah rasa Dalam ruang hatiku Setiap mentari telah menyapa Berdiri dengan sebuah harapan di benakku Menunggu kehadiranmu Dengan pakaian putih abu-abuku Dari balik jendela itu Tersirat sebuah cerita Tentang perasaan seorang insan yang sederhana Ya... Hanya perasaan yang sederhana Yang telah lama terpendam dalam lautan jiwa Hati yang berbisik tentang dirinya Dan mencoba mengatakan Bila rasa ini adalah cinta Namun... Diri ini hanyalah bisa berharap Berharap bila dunia khayal dan indah tentang dirimu Dapat terjadi dalam dunia nyata Yang saat ini ku jalani Jendela ini... Telah menjadi saksi bisu
102.9K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as puisi mentari
Read
+Library
Jebakan Pernikahan CEO Dingin

Jebakan Pernikahan CEO Dingin

Pelan-pelan, pandangannya semakin buram dan merubah menjadi gelap. "Arya ...." Mentari mengucapkan dengan lirih satu-satunya nama pria yang terpahat di hatinya. Matanya terbuka perlahan-lahan dan mendapati dirinya tidak lagi berada di balik kemudi. Sekuat tenaga Mentari berusaha bangkit untuk duduk dan ketika selimutnya turun ke pangkuan, ia tahu seseorang sudah mengganti baju yang dikenakannya pagi tadi dengan baju tidur berbahan satin dan bermodel chemise. Jenis baju tidur yang sangat tidak ingin ia kenakan. Pemandangan yang ia lihat kemudian membuatnya ingin menjerit. Ia sudah kembali ke kamarnya di rumah keluarga Mahawira. Hati dan harapannya kembali patah.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as puisi mentari
Read
+Library
Putra Hartawan dari Rahim Perawan

Putra Hartawan dari Rahim Perawan

Ucapan Revan bagai anak panah yang melesat dan menembus jantung Mentari, hingga menciptakan debaran tak biasa di dalam dadanya. "Apa sih yang dia inginkan sebenarnya?" gumam Mentari. Karena tak kunjung mendapat jawaban atas pertanyaan yang terus menjajah otaknya, Mentari menelungkup kan badan lalu menutup kepalanya dengan bantal.
1053.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi mentari
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status