Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Langit di atas pantai terhampar luas, kelam, dan seolah terbelah menjadi dua dunia: di satu sisi, langit pagi yang pucat, memantulkan cahaya abu-abu ke permukaan laut yang bergelombang; di sisi lain, bayangan gelap yang menggantung di horison, samar namun menekan, seperti awan hitam yang menunggu saatnya untuk runtuh. Ombak memukul bibir pantai dengan ritme yang berat, meninggalkan jejak busa yang cepat hilang, dan pasir di bawah kaki terasa dingin, kasar, seolah menyimpan bisikan yang tertinggal dari ribuan kaki yang pernah melangkah di sana.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as puisi pantai
Read
+Library
Jangan Mencintaiku Mr. Don Juan

Jangan Mencintaiku Mr. Don Juan

Tentu saja, boleh. Finnley termenung menatap lukisan itu sejenak, lalu berkata, "Lukisan ini menggambarkan suasana senja kemerahan dengan latar belakang hitam, kemudian ada hutan kecil di satu sisi, dan seorang wanita berjalan di tepi pantai di kejauhan. Gelombang laut abstrak tampak bergelora seakan hendak menelannya. Hmm ... bagaimana kalau 'The Turbulent Waves'?" "Ombak Bergelora ... it sounds good! Aku suka itu."
103.0K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as puisi pantai
Read
+Library
Malam-Malam di Balik Koridor Asrama Wanita

Malam-Malam di Balik Koridor Asrama Wanita

Ketika hari sudah sore, cahaya matahari terbenam menyiram lautan dengan warna jingga keemasan yang sangat indah. Setelah memantau proses kepindahan ribuan siswi ke vila-vila mewah yang tersebar di sepanjang pesisir pulau, Rangga memilih untuk berjalan-jalan santai menikmati udara sore di tepi pantai berpasir putih yang sangat halus. Suasana pantai terasa cukup hening dan menenangkan, diselingi deru ombak kecil yang bergulung lembut menghantam kaki.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as puisi pantai
Read
+Library
Istri Pungut Sang Pewaris

Istri Pungut Sang Pewaris

“Apapun maksudnya, dia sudah lancang karena berani mencampuri urusan pekerjaanku. Terlebih lagi dia menyinggung acara amal galeri. Memangnya dia pikir siapa bisa mengatakan hal sesuai keinginannya?!” Manik Anais melayap ke luar, memindai seluruh sudut Pelican Reef Resort yang memang memiliki pesona unik nan cantik. Rasanya sungguh sayang jika dirinya hanya diam di kamar, padahal panorama memukau telah menantinya. Akhirnya, Anais pun memutuskan keluar dan berjalan di bibir pantai. Kakinya menapaki pasir putih sembari menikmati terpaan angin laut yang menyapu wajahnya.
9.722.9K viewsCompletedAdded to Library 777 Times as puisi pantai
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Suri sangat berterima kasih karenanya. Tapi Suri, menjanjikan satu hal. Yakni, apabila rajutan bikini dan bucket hat-nya laris, maka Suri akan membayar biaya endorsenya. Menurut Miss Smith sekarang di sana musim panas. Makanya pantai akan dibanjiri oleh orang-orang yang suka berjemur. Miss Smith optimis bahwa bikini dan bucket hatnya akan laku keras.
1082.4K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as puisi pantai
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1010.3K viewsOngoingAdded to Library 330 Times as puisi pantai
Read
+Library
Aku ingin Bercerai, Tuan Duke Arogan!

Aku ingin Bercerai, Tuan Duke Arogan!

Liora menatap kosong pada ombak yang menghantam batu karang besar di bawah tebing, menciptakan buih-buih putih yang pecah seketika di bawah kepungan angin semenanjung yang menderu. Ia kemudian menghela napas kasar, membiarkan uap tipis menguar dari bibirnya yang kelu karena udara pantai yang menggigit. "Bisa-bisanya aku ada di sini sekarang. Ini benar-benar gila," gerutunya pelan dengan nada suara yang sarat akan frustrasi.
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 366 Times as puisi pantai
Read
+Library
Gairah Terlarang Sepupuku

Gairah Terlarang Sepupuku

Ia hanya bisa menata seadanya dengan jari. Dari luar, terdengar suara ombak dan desir angin menyentuh daun kelapa. Sky melangkah ke belakang gubuk, menatap hamparan pantai yang tampak dari jauh. Pasir putih dan laut biru terbentang luas. Indah, tapi sunyi. Terlalu sunyi bagi seseorang yang terbiasa dengan kebisingan kota.
1070.3K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as puisi pantai
Show Reviews (10)
Read
+Library
EYN
Tiap hari ga sabar tunggu bab barunya. Penasaran terus. Sebel sama Jagad kok ndak sat set. Jengkel sama Leo, kaya ga punya dosa aja! Kasihan sama Sky juga sebenarnya, tapi gimana lagi? Ini resikomu, Sky. Trus Emak si Jagad sama Sky, arrgh... pengen aku buang ke laut. Ayo crazy up, Kak. Semangt.
Jeo Anne
biasanya cerita di novel lain tuh musuhn dulu baru syang2an inimah kebalik...bagus Thor aku sampe baper nih, pdhl tadinya ga mau sampe terlalu baperlah cukup ceritanya Ananta n andara kmrn2 sampe kebawa mimpi...haha. KLO udh gni aku berharap Leo jd suami baik2 nerima sky apa adanya
Read All Reviews
Saat Hasrat Menjadi Dosa

Saat Hasrat Menjadi Dosa

Begitu mesin dimatikan, suara ombak langsung terdengar menyambut kedatangan kami. Kami turun bersamaan. Angin laut langsung menyentuh wajahku, membawa aroma asin yang khas. Pasir di bawah kakiku masih hangat, menyimpan sisa panas matahari siang. Pantai itu terbentang luas di hadapan kami. Hamparan pasir keemasan memanjang sejauh mata memandang, bertemu dengan laut yang berkilau memantulkan cahaya senja. Setiap ombak datang meninggalkan garis putih tipis sebelum kembali ditarik ke tengah.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as puisi pantai
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Ia meraih Dinda, memeluknya erat. “Puisi kamu indah banget sayang.” Dinda tersenyum “Itu buat Bunda dan Ayah.” “Bunda yakin Ayah denger,” jawab Dina lembut, “karena cahaya nggak butuh suara untuk sampai ke langit.” Sore itu, Dina menyalakan pelita di ruang tamu. Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir,
825 viewsCompletedAdded to Library 32 Times as puisi pantai
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status