Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Diam-Diam Menikahi Miliarder

Diam-Diam Menikahi Miliarder

Suasana mulai sepi namun masih ramai, dan dia bisa melihat pohon-pohon palem di kanan dan kiri jalan, menandakan mereka semakin dekat dengan pantai. Dua puluh menit kemudian, mereka telah memarkirkan mobil dan berjalan di kawasan pantai. Kebetulan langit lumayan mendung dan angin lumayan kencang. Benar-benar suasana yang pas untuk menikmati pantai. "Kamu mau apa?" tanya Rangga saat mereka membaca menu yang pelayan berikan. Gita membaca satu persatu menu yang tertulis di sana. Ada satu yang menarik perhatiannya. Semua menu berkaitan dengan seafood. "Semua kelihatannya enak," komentarnya, bukannya menjawab Rangga.
12.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

~~ Suatu hari Dikala kita duduk ditepi pantai Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi Burung camar terbang Bermain diderunya air Suara alam ini Hangatkan jiwa kita Sementara Sinar surya perlahan mulai tenggelam Suara gitarmu Mengalunkan melodi tentang cinta Ada hati Membara erat bersatu Getar seluruh jiwa Tercurah saat itu ~~ Suaraku tidak semerdu penyanyi profesional, tapi ini pasti lebih indah didengar di telinganya. Apalagi disertai pijitan lembut di kepalas. Ditambah bisikan mesra di telinganya.
9.81.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32.6K kali sebagai puisi pantai
Tampilkan Ulasan (144)
Baca
+Pustaka
Penghujung Cerita
Rani tidak sadar bahwa dari dulu mas Suma xpernah suka wanita dan wanita pertamanya adalah Rani kalu Suma curang knpa dari dulu tidak buat knpa baru skrng pdhl dia duda udah lama menurutku paling hebat itu Dewi ngk ada wanita lain..
Astika Buana
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Ikuti cerita lainnya dengan ketik di kolom pencarian: astika buana. . Terima kasih. Sayangi diri kalian dengan selalu bahagia, apapun keadaannya. . LOVE astika Buana
Baca Semua Ulasan
D E K A P

D E K A P

Suatu hari Dikala kita duduk ditepi pantai Dan memandang Ombak dilautan yang kian menepi Burung camar Terbang bermain diderunya air Suara alam ini Hangatkan jiwa kita Sementara Sinar surya perlahan mulai tenggelam Suara gitarmu Mengalunkan melodi tentang cinta Ada hati Membara erat bersatu Getar seluruh jiwa Tercurah saat itu Kemesraan ini Janganlah cepat berlalu Kemesraan ini Ingin kukenang selalu Hatiku damai Jiwaku tentram disampingmu Hatiku damai Jiwaku tentram bersamamu
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Apalagi saat menyadari sekarang aku dan Kaivan berada di tepi pantai yang jelas bukan Indonesia. Ombak nampak ganas menyerbu pantai, dengan warna biru pekat yang menyeramkan. Sementara memindai sekitar pun tidak terdapat manusia yang biasanya riang bermain air laut. Hanya jajaran tanaman pantai yang tumbuh liar. "Sebenarnya ini di mana, Van?" tanyaku akhirnya. "Pulau tanpa penghuni!"
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Autophile

Autophile

Di pelantaran senja nan anggun, angin membawa aromamu Begitu ku nikmati nyanyian-nyanyian ombak penuh suka Di tepian pantai nan penuh temaram ini, aku bersandar pada sajak-sajak yang membawaku untuk berkelana dalam picisan semu ini Sementara damaiku menikmati setiap alunan indah nan membawaku tuk menari nari bersama senja yang kupuja
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Gelora Hasrat Pewaris Takhta Dhirendra

Gelora Hasrat Pewaris Takhta Dhirendra

Jawabannya singkat, tapi suaranya tetap serak dan ada jeda di antara kata-kata itu, jeda yang terlalu panjang untuk sekadar obrolan biasa. Mata Isla beralih menuju pesisir pantai. Dari lantai dua, pemandangan pantai terlihat begitu memikat, biru laut yang tenang, pasir putih yang berkilau diterpa cahaya matahari, dan angin yang membawa aroma asin khas laut. Isla memandanginya lama, seperti sedang menimbang sesuatu dalam pikirannya. Lalu, tanpa berpikir panjang, ia berkata pelan, “Kak, kita jalan ke pantai, yuk.”
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

Aku hanya tersenyum dan aku pun masuk untuk mandi, menyegarkan diri sebelum jalan-jalan. Setelah semuanya siap, Tom, Jack, Liam, dan Ethan datang ke penginapan kami. Ethan sudah memegang kamera, siap merekam. Kami berjalan kaki menelusuri Pantai Uluwatu, yang terkenal dengan keindahan pantainya. Tebing karang menjulang gagah, ombak besar menggulung dengan suara gemuruh, dan pasir putihnya bersih, bercampur dengan batu-batu kecil. Di kejauhan, peselancar beraksi, menaklukkan ombak yang menantang. Pedagang asongan menawarkan kelapa muda, jagung bakar, dan gelang manik-manik, menambah suasana khas pantai. Aku berjalan bergandengan tangan dengan Mama Siska, menikmati angin sepoi-sepoi dan aroma
10367.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.4K kali sebagai puisi pantai
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Suara itu meluap, seperti mencoba menandingi gemuruh alam, sebelum perlahan mereda, tenggelam oleh deburan air yang terus memecah. Angin pantai di ujung kota Artaloka berembus lembut, membawa aroma asin khas laut. Jasmine berdiri di tepi pantai Nyiur Melambai, memandang hamparan air biru yang seolah menyatu dengan langit. Kakinya tenggelam dalam pasir yang hangat, dan ia membiarkan gelombang kecil menyentuh kulitnya. Dengan napas yang tertahan, Jasmine tiba-tiba berteriak sekencang-kencangnya ke arah laut.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Berubah cantik

Ketika Istri Berubah cantik

Ia pasrah pada hasrat yang mulai merambat pelan memenuhi aliran darahnya. - Hingga beberapa purnama berlalu, Eliana memandang ombak-ombak kecil yang berlarian ke pinggiran pantai. Buih-buih kecil menyebar searah mata angin. Berserakan bebas lepas kemana pun mereka akan pergi. Dan alunan embusan angin, menyiratkan satu nyanyian dengan keindahan tersendiri.
1065.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status