Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terpaksa Jadi Istri CEO Casanova

Terpaksa Jadi Istri CEO Casanova

Angin laut berembus lembut, membawa serta aroma asin yang berpadu dengan wangi kelapa dari pepohonan yang berjajar di sepanjang pantai. Ombak berkejaran menuju bibir pasir putih, menciptakan irama alami yang menenangkan, seolah membisikkan rahasia-rahasia lautan. Langit terbakar jingga keemasan, sementara matahari sore tergantung rendah di cakrawala, memulas segala sesuatu dengan semburat hangat yang nyaris temaram.
102.7K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as puisi pantai
Read
+Library
PERTAMA UNTUK NAIMA

PERTAMA UNTUK NAIMA

hari sudah menjelang sore, dan pantai sudah sedikit teduh namun matahari tetap menampakkan kepongahannya, bahwa ia masih tetap yang berkuasa sebelum cakrawala menenggelamkannya ,menggantikan dengan bulan yang sudah menanti di ujung langit. “Indah banget hun!” seru Naima, bukan ia tak pernah melihat pantai. Namun pantai parangtritis dan pantai yang di hadapannya laksana siang dan malam. Berbeda. “Kamu menyukainya babe?” tanya Albe mendudukan pantatnya di sebelah Naima. ‘Banget, makasih ya? udah ajak aku ke sini.” ucap Naima tulus, menatap netra hijau suaminya dengan senyum secerah matahari yang enggan menuju peraduannya.
1037.9K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi pantai
Show Reviews (53)
Read
+Library
athena_vivian
asekkkkkk, gue suka gaya Naima!! Jadi cewek emang harus tahan banting selain tahan yang lain. Bab-nya udh banyak, y, Kak...gratis satu bab, donkkkk................., tapi, Naima kaya Alice in Wonderland, ya...having great experiences in another places....
Kiki Sulandari
Naima speechless,ketika tahu hadiah kalung emas putih dengan bentuk infinity bukan berasal dari Jaka melainksn dari Albe Apakah Naima akan memakai kalung itu? atau mengembalikan kalung itu pada Albe?
Read All Reviews
PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU

PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU

Aroma jagung bakar, sate lilit, dan seafood panggang terbawa angin, membuat suasana malam terasa semakin hangat. Raiden melangkah pelan menyusuri garis pantai. Sepatunya ia lepaskan. Pasir yang masih menyimpan sedikit kehangatan siang tadi terasa lembut di telapak kakinya. Sesekali ombak kecil datang menyentuh ujung kakinya sebelum kembali menarik diri ke lautan. "Indah sekali," gumamnya tanpa sadar, pikirannya membayangkan, berdua menikmati deburan ombak bersama Hagia.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as puisi pantai
Read
+Library
Dipaksa Jatuh Cinta

Dipaksa Jatuh Cinta

Mereka mencopot alas kaki lalu berjalan di atas pasir putih yang basah oleh deburan ombak ke tepi pantai yang dinamai Pantai Cinta oleh Aurel. "Pulau ini indah, sekalipun ya bikin gue trauma!" ujar Aurel membiarkan tangannya digenggam oleh Biyan. Biyan tak ingin membahas trauma, jadi dia mengalihkan pembicaraan ke topik lainnya, "Loe harus bangun pagi dan nikmatin pemandangan fajarnya juga, Rel. Suer bagus banget nggak kalah sama pantai-pantai di Bali atau Lombok kayak yang loe mention!"
103.5K viewsCompletedAdded to Library 103 Times as puisi pantai
Read
+Library
Perawat Pribadi Tuan Mafia

Perawat Pribadi Tuan Mafia

Angin pantai berembus lembut, membawa aroma khas laut yang menenangkan sekaligus suara deburan ombak yang datang silih berganti ke bibir pantai. Di halaman depan rumah, sebuah ayunan besi berwarna putih berdiri menghadap langsung ke laut. Letaknya berada di bawah pohon kelapa yang menjulang tinggi, membuat tempat itu menjadi salah satu sudut favorit untuk menikmati malam. Lampu-lampu taman yang redup memberikan cahaya hangat tanpa mengurangi keindahan pemandangan alam di sekitarnya. Di sanalah Kian dan Kimi duduk berdampingan malam itu.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as puisi pantai
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Lintang duduk bersila di pendapa usang yang menghadap ke teluk Lawele. Angin senja membelai wajahnya dengan sepoi, membawa aroma laut dan lumut yang membasahi karang di bibir pantai. Di depannya terhampar buku tua berkulit kayu, halaman‑halamannya sudah memutih dan rapuh. Ia merengkuh buku itu, menundukkan kepala, dan membacakan bait-bait puisi kakeknya dengan suara bergetar:
3.3K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as puisi pantai
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as puisi pantai
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 252 Times as puisi pantai
Read
+Library
Ei-Bree My Betelgeuse

Ei-Bree My Betelgeuse

Vyas Cornanilaerebuselevi lestari
"Berarti mereka sudah berakhir. Nobody's Home relevan untuk melengkapi mata rantainya, kenapa dia selalu bersedih belakangan ini." Hujan tampaknya mereda. Aku membuka jendela, merasakan kestagnanan angin yang menolak masuk ke dalam celah jendela. Di sebelah kanan kami, membentang pantai yang berkali-kali ditutupi persilangan dahan dan dedaunan pohon dan bangunan beton. Bau tanah basah, sangit batang pohon, dan amis lautan tercium samar-samar, tapi aku segera menutup jendela saat hujan tiba-tiba menjadi lebih deras.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 152 Times as puisi pantai
Read
+Library
Lelaki Penakluk Nona Muda

Lelaki Penakluk Nona Muda

Sengaja memberi tekanan pada dua kata terakhir. Ajaibnya, bisikan itu mampu meluluhkan keangkuhan hati Amisha. Ia mengalihkan pandangan menatap laut lepas. Gulungan ombak saling berkejaran memecah buih, mengempas pantai. Menyapa kepiting-kepiting kecil yang asyik bergelut di tepian pantai. Menghapus jejak-jejak kaki karya sepasang kekasih yang mengukir kenangan, sembari mengumbar janji manis akan indahnya hari esok.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as puisi pantai
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status