Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

SENJA ada yang berbeda pada senja yang temaram semilir angin membelai mesra aku mematung - tatapanku hampa pada baris-baris awan yang saling mengejar di udara ada yang aneh aku jelas merasakannya aku yakin aku tak salah ya, aku telah jatuh cinta pada lelaki yang mengisi hari-hariku bermalam-malam lalu masih tiada masih hampa disini di hati kecilku namun kini tiba-tiba mencekik leherku cinta; rasa itu datang tiba-tiba aku tahu aku salah aku tahu kamu marah, tak suka harusnya ia tiada tapi aku manusia biasa tak kuasa menghalau magisnya; aku sungguh telah jatuh cinta padamu pada senja yang temaram - Mega
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Autophile

Autophile

Ah, pasti akan lebih menyenangkan jika ada kamu di sini bukan hanya namamu yang dibawa angin pendar jingga pada senja seakan mengisahkan tentang kamu indah, namun tak untuk kumiliki ku biarkan senja mengirimkan sajak-sajak indahnya padamu semoga angin pun bersedia menerbangkan kisahku yang merindumu di sini di pelantaran senja yang bergurat jingga Aku masih di sini, di pelantaran senja yang bergurat jingga. Aku sangat menikmati aroma pantai sore ini. Di temani hangatnya mentari senja dengan pendar jingga nya. Kembali aku gurat seuntai kisah di atas secarik kertas dengan tinta pena yang menjadi saksi bisu perjalanan ini. Di tepian senja, aku merangkai seuntai kisah dalam aroma jingga sang sen
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi senja 4 bait
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Baca Semua Ulasan
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

(Ciara) "Kenapa tidak bisa? Sayangku, senja sekedar memberi canda candu, tapi aku bisa memberimu nada madu. Lebih manis, bukan?" (Haidar) "Warna senja memang menyiratkan betapa indahnya dirimu." (Ciara) "Apakah tampanku akan hilang tatkala senja itu mengerang?" (Haidar) "Tampanmu hanya akan memudar, tatkala kamu tak bisa membedakan mana senja, mana mentari." (Ciara)
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai puisi senja 4 bait
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

Senja Olehku yang berduka Hai senja Warnamu indah Oren kemerahan Memberi semangat juga kehangatan Cahayamu memberi ketenangan Untuk hatiku Yang mengharu biru Hai senja Kau mengantarkan cahaya kehidupan Mengawali kegelapan malam Mengantar makhluk Ke peristirahatan Hai senja Lihatlah Aku terdiam Memandangmu Dengan luka Senyumku hilang Melayang Terbawa kegelapan Terbang bersama kebahagiaan Melayang Tinggi ke awan Hai senja
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Meniti Ulang di Usia Senja

Meniti Ulang di Usia Senja

Setelah puluhan tahun menikah, mungkin hanya dengan melihat kebenaran yang menyakitkan ini dengan mata kepala sendiri, aku bisa benar-benar mengikhlaskannya. Saat turun dari mobil, cuaca mendung, pertanda akan datangnya hujan badai. Dengan cemas, aku berjalan menuju pintu masuk toko. Melalui jendela, aku melihat Sandi di dalam, duduk di sofa dengan mengenakan pakaian pernikahan tradisional.
10.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Hati Sang Bayangan

Hati Sang Bayangan

Sebuah senyuman miring penuh kelicikan pun muncul di wajahnya. “Biarkan dia tetap seperti itu. Kita akan menyiksanya perlahan sampai mereka datang. Jangan biarkan dia mati lebih dulu,” jawaban kejam itu dibalas oleh anggukan keras tanda setuju. Helena─sandera yang tubuhnya sudah terkulai lemah itu hanya mendengarkan dengan rasa sakit di dadanya. Dia ingin menangis begitu kencang. Namun matanya sudah sangat lelah mengeluarkan air mata. Dia berharap ini segera berakhir walau dia tidak tahu apakah dirinya akan tetap hidup atau tidak.
913 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** Sinar mentari pagi mengenai jendela kaca di ruang perawatan Jelita. Bentuk paviliun memudahkan akses sinar masuk dengan sangat baik. Perempuan itu menggerak-gerakkan bola mata dan perlahan membuka. Terlihat genggaman tangan sang suami yang tidur terduduk di sebelah ranjangnya.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

Seakan tak puas rasanya menatap langit yang bertaut dengan ujung laut, menikmati aroma angin yang menusuk penciuman, menikmati debur ombak yang menghasilkan riak putih seperti buih, menikmati senja dengan langit yang men-jingga, menikmati kepakan camar putih yang terbang menukik menyambar mangsa, menikmati hasil karya Tuhan yang membuatnya selalu takjub dan terpana, tanpa sadar lisannya berdecak, lantunan tasbih mengalun memuja-Nya. Arsen Guntara seorang pria tampan yang kini menjelma menjadi pecinta senja, entah sudah beberapa purnama ia menghabiskan senja dengan secangkir cappucino atau latte, duduk di pinggir pantai di atas bebatuan, lisannya merangkai ayat-ayat Al-Qur'an, lalu memindainy
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status