Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.757.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Wanita Simpanan Suami Orang

Wanita Simpanan Suami Orang

“Hemm, dandan yang cantik! Tapi jangan berlebihan, aku nggak suka!” Senja heran kenapa Adit banyak sekali maunya. Padahal ujung-ujungnya nanti malam lelaki itu akan melepaskan seluruh pakaiannya tanpa sisa. “Kamu dengar Senja?” hardik Adit karena Senja tak memberi tanggapan. Senja memejamkan mata. Lalu membukanya. “Dengar Mas dengar,” ucapnya. “Baiklah. Sampai ketemu nanti malam, Sayang.”
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** Sinar mentari pagi mengenai jendela kaca di ruang perawatan Jelita. Bentuk paviliun memudahkan akses sinar masuk dengan sangat baik. Perempuan itu menggerak-gerakkan bola mata dan perlahan membuka. Terlihat genggaman tangan sang suami yang tidur terduduk di sebelah ranjangnya.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

Seakan tak puas rasanya menatap langit yang bertaut dengan ujung laut, menikmati aroma angin yang menusuk penciuman, menikmati debur ombak yang menghasilkan riak putih seperti buih, menikmati senja dengan langit yang men-jingga, menikmati kepakan camar putih yang terbang menukik menyambar mangsa, menikmati hasil karya Tuhan yang membuatnya selalu takjub dan terpana, tanpa sadar lisannya berdecak, lantunan tasbih mengalun memuja-Nya. Arsen Guntara seorang pria tampan yang kini menjelma menjadi pecinta senja, entah sudah beberapa purnama ia menghabiskan senja dengan secangkir cappucino atau latte, duduk di pinggir pantai di atas bebatuan, lisannya merangkai ayat-ayat Al-Qur'an, lalu memindainy
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Biduk Cinta Senja

Biduk Cinta Senja

Kasihan jika Baby La sampai terbangun. "Sayang, biarkan saya menjagamu, memelukmu, memanjakanmu. Tidurlah di pelukanku." Lagi-lagi Langit mengeluarkan suara lembutnya meski tidak ada jawaban dari Senja. "Lepaskan saya, Tuan. Saya ...."
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Ayah Untuk Danish

Ayah Untuk Danish

Berlomba-lomba dengan hujan, siapa yang lebih dulu menyapa bumi. Setelah melaksanakan solat malam, Senja berdiri di samping jendela kecil dengan gorden yang sedikit tersibak. Betah berlama-lama di sana. Seolah sengaja membiarkan hujan menghapus jejak masa lalu, seperti beberapa sampah plastik yang terbawa aliran air.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Puisi ini Ten wiersz jest Garis surya di dinding Żyłką słoneczną na ścianie Seperti semua fotografi musim semi Jak fotografia wszystkich wiosen Aku akan membawakanmu beberapa nyanyian hujan Kantyczki deszczu wam przyniosę Nada musik pudar di lonceng langit Wyblakłe nutki w nieba dzwon Seperti menghirup angin muda Jak młodym wiatrem oddychanie
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

“Apa kau sungguh nyaman berada di sini? Sepertinya kau sedang menulis sesuatu. Apa itu?” “Hanya sebuah puisi.” “Benar juga. Kau kan sekali mendapat penghargaan puisi. Apa yang kau tulis? Bolehkah aku melihatnya?” “Ya. Silahkan.” Loen kemudian mendekatinya dan sekarang dirinya melihat kertas yang bertuliskan sebuah puisi. Kata-katanya mengandung metafora yang cukup membuatnya terkejut dan seketika mencoba untuk bersikap seperti biasanya tanpa memperlihatkan apa yang kini sedang dialaminya. Damian yang melihat Loen cukup serius membaca karyanya itu, tidak lama kemudian dirinya tersenyum menyeringai tanpa diketahui oleh Loen. Setelah dirinya selesai membaca puisi tersebut, Loen kemudian mundur
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Senja Pertama

Senja Pertama

Itulah keinginan pertama Nana saat ia bisa melihat lagi, melihat senja pertama dengan orang yang dia cintai. Matahari dipucuk peraduan. Sinar jingga menyapu seluruh pantai dan laut di depan Nana dan Sendanu. Pantulan bayangan yang terbentuk di air semakin membuat indah senja sore itu. Kebahagiaan Nana telah kembali bersama dengan senja pertama yang datang lagi dalam hidupnya.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status