Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Biduk Cinta Senja

Biduk Cinta Senja

ucap Langit sambil menatap tajam ke arah Barman dan Niken. Kedua bola mata Barman dan Niken membulat sempurna, saat mendengar apa yang di katakan Langit. Ingatan membawa mereka ke masa lalu yang menyakitkan untuk Senja. "Ka--kamu. Kamu, Senja." ucap Barman dengan gugup. "Tepat sekali. Dia Senja. Gadis kecil malang yang telah kau hancurkan hidupnya," ucap Langit semakin kesal.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as puisi senja 4 bait
Read
+Library
Ayah Untuk Danish

Ayah Untuk Danish

Berlomba-lomba dengan hujan, siapa yang lebih dulu menyapa bumi. Setelah melaksanakan solat malam, Senja berdiri di samping jendela kecil dengan gorden yang sedikit tersibak. Betah berlama-lama di sana. Seolah sengaja membiarkan hujan menghapus jejak masa lalu, seperti beberapa sampah plastik yang terbawa aliran air.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 185 Times as puisi senja 4 bait
Read
+Library
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Puisi ini Ten wiersz jest Garis surya di dinding Żyłką słoneczną na ścianie Seperti semua fotografi musim semi Jak fotografia wszystkich wiosen Aku akan membawakanmu beberapa nyanyian hujan Kantyczki deszczu wam przyniosę Nada musik pudar di lonceng langit Wyblakłe nutki w nieba dzwon Seperti menghirup angin muda Jak młodym wiatrem oddychanie
105.2K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as puisi senja 4 bait
Read
+Library
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

“Apa kau sungguh nyaman berada di sini? Sepertinya kau sedang menulis sesuatu. Apa itu?” “Hanya sebuah puisi.” “Benar juga. Kau kan sekali mendapat penghargaan puisi. Apa yang kau tulis? Bolehkah aku melihatnya?” “Ya. Silahkan.” Loen kemudian mendekatinya dan sekarang dirinya melihat kertas yang bertuliskan sebuah puisi. Kata-katanya mengandung metafora yang cukup membuatnya terkejut dan seketika mencoba untuk bersikap seperti biasanya tanpa memperlihatkan apa yang kini sedang dialaminya. Damian yang melihat Loen cukup serius membaca karyanya itu, tidak lama kemudian dirinya tersenyum menyeringai tanpa diketahui oleh Loen. Setelah dirinya selesai membaca puisi tersebut, Loen kemudian mundur
5.2K viewsCompletedAdded to Library 155 Times as puisi senja 4 bait
Read
+Library
Senja Pertama

Senja Pertama

Itulah keinginan pertama Nana saat ia bisa melihat lagi, melihat senja pertama dengan orang yang dia cintai. Matahari dipucuk peraduan. Sinar jingga menyapu seluruh pantai dan laut di depan Nana dan Sendanu. Pantulan bayangan yang terbentuk di air semakin membuat indah senja sore itu. Kebahagiaan Nana telah kembali bersama dengan senja pertama yang datang lagi dalam hidupnya.
7.9K viewsCompletedAdded to Library 212 Times as puisi senja 4 bait
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as puisi senja 4 bait
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as puisi senja 4 bait
Read
+Library
Diary Yang Basah

Diary Yang Basah

“Jingga di ujung senja// Jingga di ujung senja/ bersinar semakin redup/ Memudar berganti malam yang turun seperti kabut// Dalam penantian senja yang tak tahu/ Apakah ada ujungnya// Di atas cakrawala/ Jingga di ujung senja/ Melupakan kisah di ujung senja//” Tidak beberapa lama Resti lihat di stori Whatssapp, Rikka bikin status , “Puitis!” Resti tertawa puas. Resti tahu bahwa Rikka membalas status Resti di f******k dan membuat story di Whatssapp.
108.6K viewsOngoingAdded to Library 285 Times as puisi senja 4 bait
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.2K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as puisi senja 4 bait
Read
+Library
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

Di suatu senja, di musim yang lalu Ketika itu hujan rintik Terpukau aku menatap wajahmu Di remang cahaya sinar pelangi Lalu engkau tersenyum, ku menyesali diri Tak tahu apakah arti senyummu (Widuri – Bob Tutupoly)
10821.5K viewsCompletedAdded to Library 32.9K Times as puisi senja 4 bait
Show Reviews (334)
Read
+Library
evvimn
entah berapa ratus ribu rupiah yang saya habiskan untuk membeli koin untuk membaca buku ini... Tapi semua itu worthed, bukunya bagus banget... saya bisa nangis, tertawa, senyum senyum sendiri ketika membaca buku ini....
Maxime & Reina 🩵
Aku baca bulan september 2024. Gak sengaja baca ternyata se keren itu, semenyentuh itu, sosok wira dan sulis bner bner luar biasa. Makasih kak atas karya nya.. Semoga ngga hilang kalo mau baca lagi.. 🩵🩵............
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status