Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

berkali-kali. Hatinya sakit sampai mati rasa, justru tidak lagi terasa sakit. Menjelang senja, mereka tiba di depan bianglala. Petugas tersenyum kepada Vandero dan Sylvaria. "Kalian berdua sangat serasi! Katanya kalau pasangan suami istri berciuman di titik tertinggi bianglala, mereka nggak akan pernah berpisah seumur hidup!"
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Selama kamu masih hidup, aku nggak akan ampuni kamu. [ Evelyn, kembalilah. Buatkan bubur untukku. ] ... Sebagian besar pesannya adalah ancaman. Namun, seiring berjalannya waktu, dia makin cemas karena aku tidak membalas pesannya. Saat senja tiba, dia berdiri di depan dinding kaca dan menatap hamparan matahari terbenam dan bergumam pada dirinya sendiri, "Jadi, mau gimanapun, aku akan selalu jadi pihak yang dicampakkan? Evelyn, meski aku ini seekor anjing, kamu juga nggak mungkin campakkan aku dua kali, 'kan?"
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Kenapa Ginos merebutnya lagi? Susan merasa seperti ada batu berat yang menekan hatinya. Dia berjongkok untuk menyeka air mata Julian dan menelepon Ginos. Tidak ada yang menjawab setelah menelepon lima kali berturut-turut, tetapi Wenny memperbarui postingan lagi. [Selamat untuk putri kesayanganku, Nana, yang menjadi satu-satunya murid guru Joses. Bakat dan kerja kerasmu akhirnya terlihat olehnya, senang banget!]
17.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 664 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Orang-orang yang tadinya masih tersenyum kini mendadak terdiam, merasakan kesedihan yang menyusup begitu dalam melalui setiap petikan senar berdarah itu. Dan kemudian suara Dalia terdengar, melantunkan puisi ciptaannya. "Pernah mekar di awal semi, harum bagai meihua, dipuji, dipuja, diinginkan oleh dunia. Namun cahaya mentari perlahan pudar, tinggallah kelopak rapuh menanti senja. Hari-hari mencabut satu demi satu, permata berharga luruh dari genggamannya.
9.856.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi senja 4 bait
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
nanadvelyns
Halo, para readers terkasih. Terima kasih banyak. Tanpa kalian dan editorku terkasih pula, Dalia tidak akan tersaji dengan lebih banyak warna. Dengan dukungan kalian pula, penulis berhasil membawa Dalia pada juara satu small writing contest dan menjadi top winner(。ノω\。)♡♡
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Baca Semua Ulasan
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
689 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan

Suami Dadakanku Bukan Pria Sembarangan

Langit berujar pelan. "Aku nggak sesempurna itu, Mas. Sudah ah, jangan ngelantur. Aku tutup dulu ya?" pamit Senja dengan senyum tipisnya. Dia masih saja malu-malu tiap kali mendengar pujian suaminya. "Ohya, Sayang. Kamu masih mual-mual? Atau pengin makan sesuatu gitu biar nanti Bagas yang cari."
9.7241.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.4K kali sebagai puisi senja 4 bait
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Baca Semua Ulasan
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

"Gak popo, Lif. Lain kali ketemu lagi." "Nggih.." *** Neng Lia Secercah impian kian mengena. Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

"Serahkan semuanya sama Allah, Non Senja." Tangan keriput itu terus mengelus hingga Senja tertidur lelap, rasa sayang di hatinya muncul dengan seiringnya waktu. Rasa iba lebih mendominasi saat Senja mengeluh dengan penyesalan yang begitu mendalam di setiap malam-malamnya. 'Semoga kamu kuat, Nyonya!' **
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Seperti langit jingga yang bertemu senja . Andai aku menjadi puisinya Biarlah Adinda menjadi lagunya. Agar bisa saja menyatu menjadi syair indah yang merdu. Meskipun saat ini hanya sebatas angan semoga esok tersemogakan hingga menjadi kekal dalam keabadian. Aku lelaki yang merindukanmu. Fais Abdilah Guntoro.] Dikirim tadi setelah isya. Kuulangi sampai 4 kali puisi yang dikirimkan Mas Fais padaku andai tadi HP-ku aktif dan aku tahu WA ini pasti aku tidak akan konsentrasi mengikuti acara pengajiannya.
10146.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Rinai bergemercik mendendangkan tahmid Seperti dedaunan bergerak-gerak melantunkan takbir Lembayung memesonakan indra, mengucap kidung kesyukuran Mata ini sembab, sesembab tebing-tebing disinggahi embun Ada lantunan dzikir di setiap hela embusan nafas Berucap tiada henti karena kehilangan Kudayungkan asa di senja-Mu yang megah Bilakah Engkau titipkan tulang rusuk yang Engkau kasihi? Seperti Engkau mengasihi seisi alam di senja ini Mengasihi sepasang merpati mengalunkan kepakan menuju bias cahaya Apakah ujian-Mu ini masih panjang? Apakah masih banyak kehilangan yang Engkau takdirkan untukku? Apakah masih banyak senja yang mesti kulalui dengan lantunan-lantunan panjatku pada-Mu?
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status