Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

"Serahkan semuanya sama Allah, Non Senja." Tangan keriput itu terus mengelus hingga Senja tertidur lelap, rasa sayang di hatinya muncul dengan seiringnya waktu. Rasa iba lebih mendominasi saat Senja mengeluh dengan penyesalan yang begitu mendalam di setiap malam-malamnya. 'Semoga kamu kuat, Nyonya!' **
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Rinai bergemercik mendendangkan tahmid Seperti dedaunan bergerak-gerak melantunkan takbir Lembayung memesonakan indra, mengucap kidung kesyukuran Mata ini sembab, sesembab tebing-tebing disinggahi embun Ada lantunan dzikir di setiap hela embusan nafas Berucap tiada henti karena kehilangan Kudayungkan asa di senja-Mu yang megah Bilakah Engkau titipkan tulang rusuk yang Engkau kasihi? Seperti Engkau mengasihi seisi alam di senja ini Mengasihi sepasang merpati mengalunkan kepakan menuju bias cahaya Apakah ujian-Mu ini masih panjang? Apakah masih banyak kehilangan yang Engkau takdirkan untukku? Apakah masih banyak senja yang mesti kulalui dengan lantunan-lantunan panjatku pada-Mu?
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Pelangi atau Senja

Pelangi atau Senja

Entah apa yang telah terjadi, perasaan untuk berhenti dan mengundurkan diri sering datang akhir-akhir ini, kadang merasa sulit, kadang tidak tenang, kadang merasa bersalah dan perasaan buruk lainnya yang mengganggu dan mengusikku. Sore itu cuaca terlihat, dengan cepat aku menyelesaikan pekerjaanku, ingin rasanya cepat pulang lalu pergi ke pantai untuk menikmati senja, senja yang selalu kurindukan sejak pertama aku menginjakkan kakiku di tempat ini, di mana aku bisa menikmati kesendirianku tanpa seorang pun
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

Aku menenangkan diri di kamar, sendiri membuatku bisa sedikit lebih tenang ketimbang bersamanya, yang hanya bisa merasakan cinta dan sakit hati hanya dalam waktu bersamaan. Terdengar ponselku berbunyi, aku mengambilnya dan mengangkatnya. terdengar suara lembut yang menangkan di seberang sana. "Halo, Assalamualaikum, Nandini." "Wa'alaikumussalam warahmatullah." "Iya, ada apa Nis, masih kangen ya?" tanyaku "Biasa lagi suntuk nih," ucap Annisa.
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Jodoh untuk Senja

Jodoh untuk Senja

POV: Senja Ada pepatah bilang keledai yang bodoh saja tak ingin terperosok di lubang yang sama.. Sedangkan diriku malah mengulang kesalahan yang sama… "Kamu mau kan menikah denganku?," kataku sekali lagi pada Langit. Langit terlihat terkejut dengan pertanyaan absurd dariku. Mungkinkah dia menganggapku aneh?. "Senja, kukira ini terlalu singkat. Aku baru mengenalmu dan kita baru saja bertemu," katanya.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Wanita Simpanan Suami Orang

Wanita Simpanan Suami Orang

“Hemm, dandan yang cantik! Tapi jangan berlebihan, aku nggak suka!” Senja heran kenapa Adit banyak sekali maunya. Padahal ujung-ujungnya nanti malam lelaki itu akan melepaskan seluruh pakaiannya tanpa sisa. “Kamu dengar Senja?” hardik Adit karena Senja tak memberi tanggapan. Senja memejamkan mata. Lalu membukanya. “Dengar Mas dengar,” ucapnya. “Baiklah. Sampai ketemu nanti malam, Sayang.”
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Dalam Senja yang temaram Kutaburkan abu orang yang aku cintai Jangan kau tanya bagaimana rasanya Seolah-olah dunia berputar dalam kehampaan Kini baru aku sadari setelah terpisah kematian Tidak ada tempat untuk kita saling bertemu kembali di sini Sheena. Begitu abu terakhir telah di taburkan dan terlepas dari tangannya, gadis tersebut baru ingat ini bagian akhir dari pertemuan dalam kehampaan, Sheena berusaha tegar sambil menahan tangisnya dimana dia menatap ujung laut yang tidak pernah terlihat. "Beristirahatlah dengan tenang, bu" Batin nya. "Aku sudah berusaha hingga tetes penghabisan, jangan menyalahkan ku, karena aku sudah sampai pada puncak dimana kemampuan ku berada"
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Saat jumpa pertama engkau beri hatimu relungnya rona pagi cerah musim semi Saat jumpa kembali engkau sampaikan seuntai kata baranya laksana musim panas tak terlukiskan Ketiga kalinya engkau beri tanganmu dalamnya tersembunyi musim rontok daun berguguran Terakhir kalinya berjumpa lewat mimpi singkatku dalam mimpi terdapat gumpalan angin musim dingin." Ah mengapa panjang sekali? Mengapa puisi ini sangat aneh? berakhir dengan musim-musim dan musim, tapi tunggu...
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Di sana terselip kertas yang tertulis puisi buatanku. “Buat?” kejar Four. “Ya, buat kamu,” jawabku sambil siap-siap membacakan puisi cinta. Four tampak super bingung. Aku menarik nafas sejenak, lalu mulai membaca bait pertama. “Wajahmu bersinar bagai rembulan.” Demi mendengarnya, Four langsung meraih ember di dekatnya, lalu muntah hebat.
1012.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

Malam semakin larut Dingin menyentuh kulit Ingin rasanya hati menjerit Sembari memandangi burung yang terbang di langit Bintang bertebaran tiada dapat dihitung Sungguh kita sangat beruntung Akan keindahan malam nan sepi Memberikan kenikmatan cahaya manjakan mata ini Dua bait saja sudah membuat perasaan plong. Coretan kecil mampu hilangkan kejenuhan. Tak lama daun pintu kamar diketuk. Dina memanggilku agar membukakan pintu. Berdiri dan bersegera membukanya.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai puisi senja 4 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status