Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ISTRIKU JARANG KE LUAR KAMAR SAAT KELUARGAKU DATANG

ISTRIKU JARANG KE LUAR KAMAR SAAT KELUARGAKU DATANG

ucapku sambil tersenyum senang. Aku, Aini dan Ayah lalu berpelukan lama. Akhirnya, aku merasakan juga kebahagiaan yang hampir saja menghilang. Entahlah, saat ini aku hanya ingin mengucapkan syukur karena masih bisa tersenyum dan bernapas hingga hari ini. Dan juga kelebihan nikmat yang diberikannya, salah satunya menjadi anak seorang Ayah yang sangat-sangat bijaksana dan bertanggung jawab. Dan juga memiliki Adik yang begitu peduli pada kakaknya.
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 655 kali sebagai puisi senyum ayahku
Baca
+Pustaka
Kultivator Inti Semesta

Kultivator Inti Semesta

“Baguslah jika baik-baik saja. Karena ucapanku dulu masih berlaku. Jika Ibuku kenapa-kenapa, aku tidak akan mencari orang lain. Tidak akan mengalahkan orang lain juga, tapi aku akan mencarimu.” Senyum lembut perlahan terlukis di wajah Xiao Jian. Senyum itu berbeda dengan senyum seorang pemimpin besar yang menundukkan semesta, melainkan senyum tulus seorang ayah yang memahami beban batin anaknya. “Tian’er, Ayah mengerti.”
9222.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai puisi senyum ayahku
Tampilkan Ulasan (106)
Baca
+Pustaka
Seutou kisaki
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Suamimu Ayah Anakku

Suamimu Ayah Anakku

"Aku tahu aku tidak tahu malu. Tapi hanya kau satu-satunya yang bisa membantuku ..., lagi pula ini tidak gratis. Kita sama-sama mendapatkan keuntungan." Untuk beberapa menit Zee diam dan larut dalam pemikirannya. Sejujurnya ia sangat membenci Thea, apalagi karena sikap arogannya yang menurutnya tak pantas disebut sebagai saudara. Tapi bagaimanapun juga Zee tak memiliki saudara yang lain, ia hanya punya Thea. Ayahnya pernah berkata, seburuk apa pun masalah kita, sesusah apa pun keadaan, kita tetaplah saudara yang tidak bisa dipisahkan. Dan sekali pun Thea tidak memikirkan persaudaraan mereka, setidaknya ia di untungkan di sini.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puisi senyum ayahku
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

lirih Ayah dengan sorot mata pedih. Aku membuka mulut. Mataku sudah berembun. Lalu, senyum yang entah apa artinya kuberikan pada Ayah. "Serena rindu Ayah," kataku dengan bibir bergetar. Ayah tersenyum padaku. Senyuman lebar yang baru kulihat lagi sekarang. Beliau mendekat, lalu mendekap tubuhku sangat erat. Menyalurkan rasa rindu yang bertahun-tahun telah tersimpan.
1025.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 557 kali sebagai puisi senyum ayahku
Baca
+Pustaka
Dia Ayahku, yang Membuat Ibuku Gila

Dia Ayahku, yang Membuat Ibuku Gila

katanya tak peduli yang membuat senyum lebar langsung menghiasi wajah sang ayah. Senyum yang membuat Cahaya makin kesakitan.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai puisi senyum ayahku
Baca
+Pustaka
Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Alvaro, Sang Penguasa Dunia

"Dan aku ingat apa yang Ayah bilang padaku .... Kalau suatu hari dia meninggal, dia ingin aku tersenyum. Tersenyum padanya, dan bilang kalau dia ayah yang baik." Mulutnya membentuk senyum lebar yang dipaksakan. Dia melantangkan suaranya melawan angin. "Terima kasih sudah jadi ayahku! Kau yang terbaik! Bahkan waktu aku tersesat, waktu aku menyakiti orang, kau tetap di sampingku, menyemangati aku. Kau memang gila, tapi gila karena cintamu padaku!" Dadanya naik turun saat dia berbicara lebih keras, kata-katanya terlempar ke laut.
9.6151.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai puisi senyum ayahku
Baca
+Pustaka
Biro Jodoh Pangkalan Hati

Biro Jodoh Pangkalan Hati

Nun menampilkan segurat senyum di wajahnya demi mengusir rasa bersalah di hati sang Ayah. “Bapak enggak apa-apa. Tuh lihat ... Bapak yang jatuh, malah piringnya yang pecah. Bapak mah sehat wal afiat,” elak sang Ayah. “Iya, tetapi kaki Bapak juga kan pecah-pecah.”
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai puisi senyum ayahku
Baca
+Pustaka
Pengawalku, Ayah Anakku

Pengawalku, Ayah Anakku

panggil Hendrik seraya membuka tangannya lebar-lebar. Veronica pun menghampiri ayah mertuanya dan memeluk pria tua itu, tak terlalu lama karena ia merasakan tangan Hendrik yang bergerak kurang ajar mengusap pinggangnya. Bukan usapan sayang dari seorang ayah pada putrinya, tetapi usapan cabul yang membuat Veronica jijik. “Bagaimana kabar Ayah? Saya dengar kemarin Ayah sempat tidak sadarkan diri karena serangan jantung,” tanya Veronica berbasa-basi, berusaha memberi jarak antara dirinya dan Hendrik.
2.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi senyum ayahku
Baca
+Pustaka
SUN TO YOUR NIGHT

SUN TO YOUR NIGHT

sial sekali rasanya. Ayah tersenyum dengan sangat baik, aku jadinya harus susah payah menahan perasaanku dan meredamnya dengan mengepalkan tangan. “Iya ... Ayah benar.” Aku terus menanggapi candaan mereka dengan senyuman, sampai aku lupa—apakah yang aku bentuk ini bisa disebut 'senyum' atau tidak. Tapi satu hal yang aku tahu pasti: semua ini tidak benar.
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 630 kali sebagai puisi senyum ayahku
Baca
+Pustaka
Suara Hantu di Kamar Tamu

Suara Hantu di Kamar Tamu

Papa mertua menepuk pundakku saat aku mencium punggung tangannya. “Semoga rumah tanggamu sakinah mawaddah warahmah, Ayah bahagia sekali hari ini. percayalah, akan ada pelangi setelah hujan. Yang sudah berlalu, jadikan pelajaran hidup dan jangan dikenang lagi agar tak memperngaruhi suasana hati. Di setiap kejadian, pasti ada hikmahnya,” ujar ayahku dengan senyum bahagia saat kucium punggung tangan yang sudah mulai keriput itu.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai puisi senyum ayahku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status