PETAKA MADU BARU
Ia menggerutu sambil mengeluarkan dompet dan langsung menyerahkan uang sejumlah yang kuinginkan.
Ah, gembira rasanya.
"Ibu ... Akhirnya kita bernasib sama," gumamku sambil tersenyum sendiri.
"Ngapa kamu senyum-senyum?" tanya Ayah menyentakku.
"A-anu, salut aja sama Ayah, ternyata Ayah lebih hebat dari Mas Haris."
"Halah, kamu, minggir sana, aku mau pulang," ujarnya.
"Oh, maaf, terima kasih ya, Ayah," ujarku sambil tersenyum dan melambai kecil.
Hot Chapters