Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ambil Kembali Hatiku

Ambil Kembali Hatiku

Persis seperti lirik lagu yang tidak dikenal itu. [Semakin berisik, semakin kesepian dirimu.] [Semakin makmur, semakin kesepian pula Anda.] Orang-orang yang kita temui dalam hidup selalu datang dan pergi, tetapi hati setiap orang masih tertutup, seperti pulau terpencil yang tidak ada seorang pun dapat mendekatinya. Sena telah dikelilingi oleh perasaan kesepian ini sejak kecil. Semakin ramai lingkungannya, semakin banyak orang di sana, semakin berisik lingkungannya, semakin kesepian pula perasaannya.
8.645.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi sepi
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tidak Dirindukan

Istri Yang Tidak Dirindukan

Green Grass Boulevard 3 Mei 2024 Gladys Brown bisa merasakan saat Kenzo Armadillo sedang mengamati nya. Armadillo selalu memperhatikan setiap Gladys berkemas sebelum melakukan perjalanan. Lelaki itu dengan pasrah menyandarkan tubuh seratus delapan puluh tujuh sentinya ke sisi pintu kamar tidur dengan kedua tangan di dalam saku saku celana mahal nya. Wajahnya cemberut, ia tidak suka harus berjauhan dengan Gladys. Biasanya Armadillo tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya membisu sementara Gladys mengisi kopernya sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Tapi sore ini Armadillo tidak mampu menahan diri. “Jangan pergi.” Ia memohon dengan suara lirih.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi sepi
Baca
+Pustaka
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Puisi ini Ten wiersz jest Garis surya di dinding Żyłką słoneczną na ścianie Seperti semua fotografi musim semi Jak fotografia wszystkich wiosen Aku akan membawakanmu beberapa nyanyian hujan Kantyczki deszczu wam przyniosę Nada musik pudar di lonceng langit Wyblakłe nutki w nieba dzwon Seperti menghirup angin muda Jak młodym wiatrem oddychanie
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai puisi sepi
Baca
+Pustaka
Cinta Sepesukuan

Cinta Sepesukuan

Bu Suci memberi semangat pada putranya itu. Malang tak dapat ditolak, Untung tak dapat diraih. Itulah salah satu pepatah Minang yang mengambarkan seseorang mengalami musibah ataupun nasib yang kurang beruntung, seperti halnya yang dialami Ridwan dan Kintani. Perjalanan kasih mereka penuh dengan batu sandungan, yang kerap melukai meskipun mereka telah berusaha berjalan secara berhati-hati.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai puisi sepi
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi sepi
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai puisi sepi
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Semesta bicara tanpa bersuara / Semesta ia kadang buta aksara / Sepi itu indah, percayalah / Membisu itu anugerah Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari
9.870.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai puisi sepi
Baca
+Pustaka
Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Pagi sepi, sore pun sepi Siang malam dingin dan sunyi Gelap tanpa sinar mentari Hanya siulan jangkrik berbunyi Aku, di sini seorang diri Melantunkan syair ini Sebagai penggerak hati Memanggilmu tuk menemani Kemarilah! Lihat aku bagai peri Tubuh ramping, cantik, dan wangi Wajah mempesona memikat hati
9.8141.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai puisi sepi
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Donat Mblondo
Mohon maaf ya... jika ada yang tidak berkenan dengan nama² nyleneh di cerita ini. Terima kasih atas masukannya. Saya akan memperbaikinya di seri ke-2. Terima kasih banyak bagi yang sudah baca sampai tamat. Semoga kalian sehat selalu...
Alhan Ard
Halo semuanya, izin promosi ya kak. Mampir yuk ke Novel "Aku Menjadi Dewa yang Menjalani Hukuman di Dunia Modern" Dimana menceritakan seorang dewa yang bertransmigrasi di manusia biasa dengan dunia saat ini!
Baca Semua Ulasan
Diary Rain

Diary Rain

~Sesi Lagu~ Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan-tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu -Jikustik, Puisi- ~Sesi Lagu Berakhir~ Seketika tubuhku membeku. Pikiranku langsung melayang. Suara itu seperti berada tak jauh dari rumahku. Aku langsung menoleh ke arah jendela kamar. Segera aku berlari dan membukanya dengan tidak sabar.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai puisi sepi
Baca
+Pustaka
STARMOON

STARMOON

Aku Di Sini, Prints Liam Aku di sini, Prints Liam, Aku di sini di balik jendela. Sevilla direngkuh Kegelapan dan mimpi. Kerinduan menjejali aku, Aku diselubungi menara hitam, Aku di sini di balik jendela. Kau lihatkah? Diatas Menara ada jendela Mengapa kau berlama?.. Tidakkah rindu Lihatlah aku,
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai puisi sepi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status