Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

Assalamu'alaikum, teman-teman, pembaca setia cerita "Mari Berpisah, Aku Menyerah." Di sini saya ingin memberikan pengumuman penting bahwa mulai hari ini sampai seminggu ke depan, saya tidak update bab baru. Atau dengan kata lain hiatus karena ingin istirahat sejenak sekalian mengumpulkan ide yang sekarang sedang macet dan juga menyusun kembali alur cerita agar lebih tertata. Bisa dibilang saya butuh jeda sebentar sebelum menulis lagi. InsyaAllah, saya akan kembali update minggu depan.
10212.1K viewsOngoingAdded to Library 7.4K Times as puisi sepi
Read
+Library
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun di antara dedaunan. Rindu ini menggema seirama dendang alam kehidupan. Kau bunga yang mewangi tertanam indah di taman hati. Kau nama yang selalu kusenandungkan. Kau wajah yang kulukis di kanvas hatiku Berwarna jingga penghuni jiwa.] Mas Fais ini mau bilang otewe ke sini saja pakai puisi aku jadi ge-er.
10146.9K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as puisi sepi
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as puisi sepi
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

“Hei, Sephia Malam ini 'ku takkan datang Mencoba 'tuk berpaling sayang Dari cintamu Hei, Sephia Malam ini 'ku takkan pulang Tak usah kau mencari aku Demi cintamu Hadapilah ini Kisah kita takkan abadi Selamat tidur kekasih gelapku Semoga cepat kau lupakan aku Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup untuk melupakanmu Selamat tinggal kasih tak terungkap Semoga kau lupakan aku cepat Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup untuk meninggalkanmu Hei, Sephia Jangan pernah panggil namaku Bila kita bertemu lagi Di lain hari Hadapilah ini Kisah kita takkan abadi”
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 532 Times as puisi sepi
Read
+Library
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.1K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as puisi sepi
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Lady Xiwu menatap buku itu seolah berharap bisa membaca isi tulisannya dari kejauhan. Kaisar membaca dalam diam cukup lama, alisnya sedikit berkerut. Ia membaca pelan, seolah setiap kata memiliki bobot dan makna tersendiri. Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as puisi sepi
Read
+Library
Kesempatan Kedua untuk Cinta

Kesempatan Kedua untuk Cinta

] Panji. Sebaris pesan singkat yang baru saja Sepia baca berhasil membuat gerakan Sepia yang tengah mengeluarkan bahan-bahan buket terhenti. Semangatnya untuk membuat buket luntur seketika, ditambah ketika ia menyadari tusukan dan beberapa bahan lainnya masih belum lengkap. Alhasil ia mengurungkan niatnya untuk membuat buket pada malam itu, ia memutuskan untuk tidur dan melupakan segala ingatan buruk, tanpa membalas pesan dari Panji sepatah kata pun.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 158 Times as puisi sepi
Read
+Library
Ipar Pengusir Sepi

Ipar Pengusir Sepi

* Semua mata yang lewat tertuju pada pasangan gelap itu, padahal mereka hanya sedang duduk santai di depan teras. “Wah, sepertinya hari ini kalian lagi damai yo!” sindirnya. “Buk, Leni! Tumben lewat sini buk,” sapa Tasya mencoba ramah, meskipun ia sudah kesal dengan sindirannya. “Ini lagi penasaran saja, denger-denger kalian sering ribut tapi kok yo hari ini tumben adem ayem!” jelasnya seraya menyindir.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as puisi sepi
Read
+Library
PEREMPUAN MASA LALU

PEREMPUAN MASA LALU

Secawan Madu “Diam. Jangan katakan apa pun. Biarkan air matamu menceritakan semuanya. Ketika hati mulai terbakar, baunya seperti dupa.”—Maulana Jalaluddin Rumi. *** Rafan benar pergi bersama Marsha sehingga aku hanya sendiri dalam rumah. Suasana tentu amat sepi apalagi tahu suami sedang bersama istri keduanya. Sepertinya Rafan menolak pergi bersama Marsha, tetapi perempuan kedua itu keras kepala sampai menjemput Rafan.
1037.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi sepi
Read
+Library
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Hujan rintik mulai membasahi bumi. Angin bertiup mempermainkan bunga kamboja yang ada di area pemakaman ini. Beberapa peziarah berteduh di teras masjid. Mendung hitam menyelimuti bumi. Langit seakan ikut menangis mengiringi rangkain doa yang kupanjatkan. "Mas Anan, aku datang melihat makammu. Maaf, aku terlambat mengetahui. Engkau kini telah tiada untuk selama-lamanya."
9.4121.2K viewsCompletedAdded to Library 4.5K Times as puisi sepi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status