Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
7 Sumpah

7 Sumpah

Pembalasan - 7 Sumpah - Senja di sore itu Menemani kepergianmu Saat kau ucap kata Kau tak lagi bersamaku Perih yang ku rasa Mungkin takkan pernah kau duga Cinta yang dulu ada Kini telah kau bawa Cinta jangan tinggalkan aku Karena takkan pernah ada Cinta selain dirimu Jika kau tinggalkan aku Sanggupkah diriku menghapus Segala bayangmu oh kekasihku Ornito -- Segala bayangmu --------------- Matahari telah setinggi telat di atas kepala. Panas terik sangat menyengat, angin yang berhembus menerpa kulit terasa segar saat ini.
9.96.1K viewsCompletedAdded to Library 128 Times as puisi sunset
Read
+Library
CINDERELLA MILIK CASANOVA

CINDERELLA MILIK CASANOVA

Sesekali pria melihatku dan bersiul. “Cantik ...” Puji dia sambil bersiul. Lelaki itu tak henti-hentinya memuji kecantikanku. Aku hanya cuek. Aku masih berjalan menyelusuri pantai Paloma. Menikmati panorama sunset menjadi hal yang banyak diincar oleh para traveler saat sedang berwisata, bahkan banyak juga yang rela menempuh perjalanan jauh demi bisa menikmati pemandangan tersebut di lokasi yang terkenal, atau menginap di hotel yang menawarkan pemandangan sunset dari kamar meskipun biaya per malamnya biasanya cukup tinggi. Namun, banyak juga yang cukup beruntung karena bisa menyaksikan keindahan sunset setiap sore saat berada di tempat kerjanya. Ada banyak alasan mereka senang dengan sunset,
104.1K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as puisi sunset
Read
+Library
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
900 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as puisi sunset
Read
+Library
Nafkah Terakhir sebelum Ditalak

Nafkah Terakhir sebelum Ditalak

Seketika Alina ternganga. “Sunset,” gumamnya dengan kekaguman. Ia beralih arah, Fatih membiarkan memunggunginya. “Sunset ... suka?” Alina mengangguk. Fatih menyibak lagi gorden itu hingga cahaya sore matahari terlihat sangat jelas. Fatih merunduk, menciumi pundak polos Alina, lalu beralih ke leher. Mengulang kehangatan di bawah pencahayaan sore serta sunset yang menyemburkan rona kemerahan. Keduanya terlarut kembali, lagi dan lagi.
10101.5K viewsOngoingAdded to Library 2.3K Times as puisi sunset
Read
+Library
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Tapi, yang jelas malah target saling membunuh. 🌫️ PUISI TERAKHIR Ong Kiat berjalan ke arah tebing. Salju di bawah kakinya berderak. Di tangannya, pedang masih meneteskan darah. Di dadanya, gulungan kertas puisi—yang tak pernah ditulis. Di kepalanya, satu kalimat terakhir: "Aku dapat 12 bintang untukmu. Tapi kau lebih memilih matahari palsu." Ia berdiri di tepi jurang. Badai makin kencang. Tapi ia tidak merasa dingin.
459 viewsCompletedAdded to Library 18 Times as puisi sunset
Read
+Library
PERNIKAHAN (Rahasia Kelam Seorang Istri)

PERNIKAHAN (Rahasia Kelam Seorang Istri)

Bu Dewi mengelus punggung menantunya lantas beranjak ke dalam. Sementara Puspa berdiri di pagar balkon. Memandang ke barat sana. Suasana begitu syahdu. Matahari perlahan mulai tenggelam di balik perbukitan, memancarkan semburat jingga yang memantul di permukaan dedaunan. Menyaksikan burung-burung kecil yang terbang kembali ke sarangnya dan mendengarkan suara alam yang perlahan meredup berganti senja yang nantinya juga menunggu ditenggelamkan oleh malam.
9.8252.8K viewsCompletedAdded to Library 8.6K Times as puisi sunset
Show Reviews (47)
Read
+Library
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Uci
Kak Lis, aku suka banget karya2 Kak Lis. Alurnya gak bertele2. Awal2 kesem2 sama Arsel Kimmy. Sekarang Bram Puspa juga unyu banget. Puspa masih beruntung kehilangan mahkota krn benar2 diperkosa dan Dikri memang cinta, ingin bertanggung jawab. Gmn kl casenya pemerkosaan atas nama cinta? hehehe
Read All Reviews
Bayangan di Balik Senja

Bayangan di Balik Senja

Bab 11: Masa Depan yang Lebih Hijau Pagi itu, matahari terbit dengan sinarnya yang hangat menyinari desa Sunyaragi. Anisa bangun lebih awal dari biasanya, merasakan udara segar dan semangat yang membara di dalam dirinya. Ia melangkah keluar dari rumahnya dan menuju alun-alun desa, di mana penduduk sudah sibuk mempersiapkan perayaan besar. Suasana penuh haru dan kebahagiaan terasa begitu kental di udara, setelah perjalanan panjang mereka dalam membebaskan roh penjaga hutan, Ayu.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as puisi sunset
Read
+Library
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Tiba-tiba teringat sama janji ngopi sambil liat sunset sama seseorang] Zea tertegun sejenak. Ia mengamati gambar yang Ibra kirimkan. Lelaki itu mengirimkan foto langit sore yang tampak seperti kanvas yang baru saja disapu kuas raksasa dengan tinta emas dan lembayung. Semburat jingga yang menyala di ufuk barat perlahan meleleh menjadi ungu gelap di bagian atas, menciptakan gradasi yang begitu magis sekaligus melankolis.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 71 Times as puisi sunset
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

“Hanya kelanjutan.” Malam turun pelan, membawa cahaya dari bintang yang berputar seperti tinta yang berpendar. Kami duduk di atas batu besar di tepi pantai, memandang laut yang kini menulis puisi dengan ombaknya. Setiap kalimat di permukaannya bercerita tentang kita, tentang mereka, tentang setiap versi cinta yang pernah ditulis oleh tangan yang tak terlihat.
819 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as puisi sunset
Read
+Library
TEMAN TAPI MESRA

TEMAN TAPI MESRA

Gendis bertepuk tangan, turut senang dengan kebahagiaan Sasha. "Kak! Sunset!" seru Jasmine dari kejauhan. Sasha dan Gendis mendekat pada Mama, Jasmine dan Katia yang berada lebih dekat dengan pantai. Sunset hari ini tampak sangat indah, jauh lebih indah dari Sunset kapanpun yang pernah Sasha lihat di Bali. Semburat warna jingganya membuat hati Sasha bahagia dan sendu dalam waktu bersamaan. Sasha melirik Mama yang menatap ke arah Sunset dengan wajah tersenyum damai, hati Sasha menghangat.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 454 Times as puisi sunset
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status