Bayang Pedang Cahaya Bulan
Malam itu, bulan tidak mau muncul.
Bukan karena awan, bukan pula musim yang keliru. Langit justru jernih, seperti giok hitam yang baru digosok, ditaburi ribuan bintang bagai abu perak yang tumpah dari tangan dewa yang lalai. Namun di tempat bulan seharusnya bertakhta, hanya ada kegelapan bulat yang sempurna, seperti mata buta yang menatap ke bawah tanpa berkedip, tanpa belas kasihan.