Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Kamu dan Takdir

Aku Kamu dan Takdir

Mungkin Lisa juga sast ini akan membenci dirinya kalau saja tahu, bahkan Galih pun lebih benci jika saja dia juga tahu akan hal ini. ----- Taman dekat sekolah Di tengah tenggelamnya sang mentari, bulan pun mengambil alih tugasnya berada di atas langit menambah panorama indah diantara banyak bintang. Gelap pun mulai muncul karena bulan dan ribuan bintang tak sanggup menyinarkan cahaya lebih terang dari sang mentari. Suara jangkrik, burung hantu dan hewan malam lainya berkolaborasi menyairkan nada memakan suasana yang sepi sendirian duduk dibangku taman.
9.86.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai puisi tentang bulan bahasa
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

JIMAT TALI MAYAT Written by David Khanz Bagian (20) ----------------- o0o ----------------- Bulan penuh membulat putih di langit biru. Berhiaskan kerlip bintang-bintang mengedip-ngedip genit di angkasa, seakan sedang sibuk menggoda jutaan pasang mata makhluk penghuni ragam alam untuk mengangkat wajah dan memuja-muji keelokannya. Benar-benar malam terindah tanpa sekat awan yang mencoreng di tengah-tengah masa peristirahatan raja penguasa, sang mentari.
8.512.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai puisi tentang bulan bahasa
Baca
+Pustaka
Good Sister

Good Sister

Akan sangat gila jika Ghandara menyuruh para murid baru untuk bernyanyi satu persatu dan menemukan suara yang hampir membuatnya gila ini. *** Bulan tengah menatap bulan. Senyum indah itu menggambarkan betapa indahnya lukisan bulan diatas sana. Entah siapa yang ia ajak berbicara, tapi Bulan sedang bahagia saat ini. Ia bercerita kepada semesta, ia mengatakan bahwa ia sangat bahagia dan berharap setiap harinya ia akan merasakan hal yang sama.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai puisi tentang bulan bahasa
Baca
+Pustaka
Kalau Cinta Jangan Gengsi

Kalau Cinta Jangan Gengsi

“Hem, tentu saja. Ceritakan padaku apa yang sebenarnya ingin kamu katakan, aku akan mendengarkannya dengan saksama, seperti pohon yang ditiup angin.” Langit terbahak-bahak dan itu membuat Bulan kian jengkel padanya. “Jangan tertawa ltangit. Aku nggak suka!” “Lihat langit? Langit gelap, tapi saat bulan datang di tengah-tengahnya, dia mmapu memberi pendar yang begitu indah hingga temaram itu terkalahkan. Bahkan banyak pujian manusia yang mengiringinya saat melihat mereka.”
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi tentang bulan bahasa
Baca
+Pustaka
Menjadi Kekasih Alpha yang Tsundere

Menjadi Kekasih Alpha yang Tsundere

"Kau sendiri juga sudah perjaka tua, Rusha. Yah, walau memang tidak ada kata tua untuk makhluk yang hidupnya mencapai ribuan tahun." Rai kembali menatap indahnya malam, bulan purnama yang bulat sempurna memancarkan cahaya bagi seluruh penjuru dunia yang sedang berada pada waktu malam hari. Menurut Rai, bulan purnama itu tidak seindah kelihatannya. Karen banyak kekacauan yang terjadi pada saat bulan purnama.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai puisi tentang bulan bahasa
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

"Di bawah rembulan yang tak lagi utuh, aku mencari sisa kenangan di antara guguran plum. Tak ada janji yang kekal, selain debu yang kembali pada tanah …." Zhou Xinyi terpaku. Ia membalik halaman lain dan membaca lagi. Setiap bait terasa begitu dalam, begitu melankolis, dan memiliki struktur bahasa yang sangat indah sekaligus asing, sesuatu yang belum pernah ia dengar di seluruh negeri ini.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai puisi tentang bulan bahasa
Baca
+Pustaka
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Alana menemukan sebuah tulisan tangan yang sepertinya tidak asing Isi surat tersebut adalah deretan sajak Dari Alfa untuk Alana : Mentari datang atau senja yang pergi Bagiku hanya soal waktu Ya, waktu yang mengajariku semuanya Jatuh, bangkitm dan terhimpit Bahkan buai pilu yang seakan abu Keduanya sama indah dan eloknya, bukan? Namun, amaf aku begitu mengecewakan Jika keduanya kutitip harapan Karena pada akhirnya Aku temui malam yang selama ini aku impikan Dengan damai aku merebah Di bawah konstelasi bintang langit malam Lalu aku berujar pada kegelapan “Aku ingin dipeluk sejuta bulan, bercengkrama dengan gugusan bintang, dibisik derau nan amat runyam”
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai puisi tentang bulan bahasa
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai puisi tentang bulan bahasa
Baca
+Pustaka
Gagal Menjadi Bulanmu

Gagal Menjadi Bulanmu

Di saat yang sama, kembang api perayaan lamaran yang meriah mulai menghiasi langit di luar gedung. Di tengah riuh tepuk tangan dan sorak sorai para tamu, Arsen menggandeng tangan Saskia menuju balkon. Saskia mendongak menatap langit, dan melihat .... Kembang api yang memukau mekar di angkasa gelap, lalu melayang turun bagai kelopak bunga, seolah para bidadari sedang menari di langit malam. Saking indahnya, Saskia sampai lupa bernapas.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi tentang bulan bahasa
Baca
+Pustaka
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

Den ting, ting, ting! New Chat@Kama Nismara My Love [Untuk kamu El, jangankan mobil. Kalau kamu minta bulan purnama yang di langit juga aku akan ambilkan, kok. Sudah ya, jangan ada perasaan nggak enak atau apa. Aku ikhlas, kok.] "Ah, Kama!" gumam Seika sambil meneguk besarnya keharuan. "Ya, masa sih aku minta bulan purnama? Nggak lah, nanti kalau nggak bisa turun ke bumi lagi bagaimana?"
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai puisi tentang bulan bahasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status