Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIBULLY SUAMI SENDIRI

DIBULLY SUAMI SENDIRI

Meski pun saban hari aku selalu membully-nya dia terkadang menerimanya saja. Puncak bully-anku padanya mungkin agak sering beberapa waktu belakangan. Pernah di dapur ini, saat dia sudah memegang piring aku menegurnya. "Makan terus..., nggak sadar badan semakin melar, Dek??" Aisya menatapku. Tangannya bergetar, piringnya pun ikut bergetar. Dia sedang menahan amarahnya sekaligus mungkin menahan laparnya.
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang puisi tentang bullying
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

Retno menyelipkan sebuah caption di bawahnya. “Ingat…….dulu sekali, kita hampir selalu duduk di bawah pohon ini setiap penat merayapi kepala kita sehabis ujian….” Sontak ingatan Diandra melayang jauh ke belakang. Waktu awal kuliah dulu. Ketika kerap berdesak di Bemo dengan baju dan rambut setengah basah. Ketika letih menyergap sehabis ujian di sore hari dan kemudian di seputaran pohon itu mencoba mendengarkan nafas yang ketika di dalam kelas di depan soal-soal rumit, seakan nafas itu tidak terdengar atau kadang malah memburu seperti diburu hantu. Dan di tepian pohon itu nafas kita seakan kembali berjalan normal.
907 viewsOn holdIdinagdag sa Library 30 Beses bilang puisi tentang bullying
Read
+Library
Benci Bilang Sayang

Benci Bilang Sayang

Bisnis ilegal mereka hanya berkisar pada pasokan senjata api. Apa yang terjadi hari ini adalah pembelajaran jika Ryuu tidak pernah main-main akan ucapannya. Ia memiliki hati baik, tapi tidak ada ampun pada pengkhianat. Hatinya akan sangat tega untuk menghabisi, daripada si pengkhianat menjadi boom, yang akan menghabisi mereka semua secara perlahan. "Tanam di otak kalian, hukuman buat pengkhianat adalah mati!" Ryuu menekan kalimatnya sebelum beranjak pergi.
104.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 137 Beses bilang puisi tentang bullying
Read
+Library
Days to Remember

Days to Remember

Aku dan Ani, ikut pergi untuk melihat mading, anak-anak kelas sebelah dan kakak kelas juga ikut mengerumuni tempat ini. "Puisi siapa nih?" ujar salah seorang perempuan bergelang merah, aku meliriknya untuk memastikan reaksi apa yang akan ditunjukannya. "Kepedean banget sih nulis-nulis kayak gini!" Lanjutnya dengan wajah ketus. "Iya nih, apaan coba yang bagus?" sela murid lainnya. "Maksudnya apa coba? Pelangi-pelangi? Mau ngedukung LGBT ...," lanjut yang lainnya terdengar sinis.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 59 Beses bilang puisi tentang bullying
Read
+Library
Terlalu Kaya dan Tampan

Terlalu Kaya dan Tampan

“Gue nggak akan pergi. Gue nggak akan jijik. Gue cuma mau tau siapa yang nyakitin lo.” Nadia menutup mata, tubuhnya goyah. “Vin… itu bukan cuma bullying biasa… itu lebih parah…” Suaranya pecah. “…dan nama itu… kalau lo denger… lo bakal hancur bareng gue.” Kevin menggeleng keras. “Gue nggak takut hancur.” Nadia mundur ke belakang, sampai punggungnya nempel tembok.
981 viewsOngoingIdinagdag sa Library 25 Beses bilang puisi tentang bullying
Read
+Library
Pembalasan Termanis Sang Penguasa

Pembalasan Termanis Sang Penguasa

“Sesuatu terjadi di kampus? Apakah ada temanmu yang membullymu?” Svetlana sebenarnya merasa malu menjadi korban bully. Tapi dia tetap menganggukkan kepalanya. “Jadi mereka menyakitimu? Ya, Tuhan. Kenapa mereka begitu tega melakukannya padamu? Apakah aku boleh melihat perutmu, Lana? Aku ingin mengecek bagaimana lukamu.”
1027.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 610 Beses bilang puisi tentang bullying
Read
+Library
Sentuhan Manja Sang CEO Arogan

Sentuhan Manja Sang CEO Arogan

Baginya, tidak perlu ikut campur karena saat ini anak kecil itu sudah bisa melawan dan benar saja yang dikatakan oleh Cakra. Anak kecil tersebut bisa melawan dan para pembully menjerit kencang karena dihajar. "Angan anggu atu. Alau au anggu atu. Atan atu uat au idak ica beldili. Atu idak atut. Ayah atu polici," jawabnya yang tidak lain Arum. Arum dibully karena miskin dan tidak mempunyai ibu. Tapi, Arum tidak takut sama sekali dan dia tidak suka ada yang membully dirinya apa lagi ketiga sahabatnya.
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 62 Beses bilang puisi tentang bullying
Read
+Library
My Darling is Online

My Darling is Online

"Yang aku lihat tadi adalah kamu, menekan seorang siswa yang jelas-jelas tidak ingin bertarung denganmu dan bahkan mendorongnya sampai jatuh di hadapan semua orang. Tindakanmu itu sudah bisa dikategorikan sebagai tindakan bullying. Sebagai Ketua OSIS, aku tidak bisa membiarkan tindakan buruk seperti itu sampai berkembang di sekolah ini." Teman-teman Austin mencemooh saat Della bicara dengan nada tenang di depan semua orang. Mereka menatap jijik Della yang mampu berdiri tegak sendirian, ketika orang yang dia lawan adalah para pria yang tingginya jauh melebihi perawakan kecilnya. Austin sendiri, pria itu menyeringai saat Della mulai bicara menggunakan nada datarnya lagi yang seperti seorang ro
105.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 117 Beses bilang puisi tentang bullying
Read
+Library
Terjebak Skandal Dengan Sang CEO

Terjebak Skandal Dengan Sang CEO

Tidak lupa pula dia juga melakukan pemanasan pada area leher, jaga-jaga jika dia harus mengeluarkan jurus-jurus ringan. Dengan santai, Alya mengeluarkan ponsel cerdas miliknya, kemudian, "HOIIII!!!" teriakan lantang dari Alya seketika langsung membuat segerombolan siswa tadi menoleh. Meski melihat Alya yang merupakan orang dewasa, tapi sepertinya mereka sama sekali tidak takut. Ah, mungkin mereka pikir Alya hanya 'mbak-mbak biasa'. "Kalian pasti tahu kan, bahwa tindakan bullying bisa masuk hukum pidana?"
866 viewsOngoingIdinagdag sa Library 21 Beses bilang puisi tentang bullying
Read
+Library
Dicampakkan Setelah Melahirkan

Dicampakkan Setelah Melahirkan

Ia sudah salah menilai orang. Jeena berjongkok untuk memungut buku-buku tebal miliknya dengan mendengus kesal. “Gak di mana-mana bibit bullying itu ada,” gumam Jeena kesal. Ia teringat akan perbuatan buruk orang-orang yang pernah membully-nya. Hingga detik itu ia tidak pernah lupa pada siapa saja orang yang pernah berbuat buruk padanya.
1036.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang puisi tentang bullying
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status