Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

“Kau tak paham apa yang aku ceritakan, Rose! Manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna! Namun kita jangan biarkan diri kita lemah, di bully! Meskipun aku unggul bela diri tetap saja aku phobia ruang sempit. Kalau kau tak betah tinggal di pondok, kau bilang pada ayahmu! Mintalah pulang! Kalau kau tak pandai hafalan, bukan karena kau bodoh! Persetan dengan perkataan para pembully! Mereka seperti singa dan berani karena bersama kawanannya. Namun ketika sendiri mereka seperti seekor lembu yang kesakitan! Kau kesulitan hafalan, kau bisa belajar lebih giat lagi! Atau kau bisa pindah ke pondok lain yang tidak terlalu membebani santrinya hafalan.
10147.0K viewsCompletedAdded to Library 5.3K Times as puisi tentang bullying
Read
+Library
Cinta Untuk Sang Pendosa

Cinta Untuk Sang Pendosa

Timbul berbagai pertanyaan setelah Nicha menonton berita tentang seorang anak remaja yang menembak satu sekolah karena depresi sering di bully. “Apakah benar, jika hari itu aku terus melakukan pembullyan maka orang-orang yang ku bully akan membunuh seperti itu?” Gadis itu kembali berpikir keras namun beberapa detik ia menepis hal tersebut. “Itu tidak mungkin terjadi. Pistol saja tidak di perdagangkan di negeri ini.” Telepon rumah tiba-tiba saja berdering. Nicha langsung berbalik dan melihat telepon tersebut. Seperti biasa, nyalinya akan menciut duluan padahal hanya mengangkat telepon.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as puisi tentang bullying
Read
+Library
Dari Tunangan Pura-pura, Jadi Istri Kesayangan sang Tuan

Dari Tunangan Pura-pura, Jadi Istri Kesayangan sang Tuan

tanya Hana ragu. "Iya ini saya, Nathan!" ujarnya, "Ayo silakan Han, duduk. Ada keperluan apa?" Setelah duduk Hana kembali bicara, "Begini loh Nath, Alena putriku kena bullying di sekolah ini. Teman-temannya sering bilang kalau Alena itu anak pungut, padahal dia anakku loh. Bagaimana mungkin anak seumuran mereka bisa bicara frontal kasar seperti itu? Kamu harus ajari attitude anak-anak itu, atau kasih peringatan ke wali muridnya. Kalau begini terus saya khawatir dengan kondisi mental anak saya."
1.4K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as puisi tentang bullying
Read
+Library
Attack of Playboy

Attack of Playboy

“Ketiga, aku sudah bilang untuk menghindari kekerasan. Namun, apa sudah kalian lakukan barusan? Memukuli murid? Apa kalian preman?” Aku benar-benar tersinggung saat dia menyebut kami sebagai preman. Kudorong bahunya keras-keras sehingga sedikit terpental ke belakang. “Apa kamu tahu rasanya menjadi korban bully? Setiap hari, mereka datang ke sekolah dengan perasaan gelisah. Mereka tidak bisa belajar dengan baik, mata mereka memanas dan berair ketika mulut-mulut kotor si penindas mencemooh dengan kata-kata kasar. Mereka lelah dipermalukan di depan anak-anak lain. Mereka mencoba berlindung di balik orang dewasa, tetapi bahkan orang dewasa hanya mengomeli si penindas dan berpikir masalah selesai
7.53.3K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as puisi tentang bullying
Read
+Library
Hayu

Hayu

“Makan Hayu, kamu harus makan, aku nggak mau sekretaris ku kurus kering seperti kucing kampung.” “Wah, Bapak sepagi ini sudah melakukan kekerasan verbal kepada saya, atau ini masuk ke ranah bullying. Ini saya juga mau makan, Pak. Saya masih cukup waras untuk mengingat bahwa saya butuh makan, apa Bapak mau? Mau saya suapi?” tanya Hayu pada atasannya itu. Candra yang sedang menyetir pun menoleh ke arah Hayu, “Are you kidding me?”
105.0K viewsCompletedAdded to Library 116 Times as puisi tentang bullying
Read
+Library
Menjadi Istri Kontrak Tuan Arogan

Menjadi Istri Kontrak Tuan Arogan

Bisa dianggap tindak bullying, meskipun itu kenyataannya. "Ayolah Pak, apa Bapak tidak pernah muda? Kami hanya membolos dari pelajaran, bukan sedang berbuat mesum. Kalau kami sengaja ingin melakukan itu, pasti kami akan melakukannya secara diam-diam dan tidak berteriak sekencang itu," jawab Alan semaunya. Melirik Zea yang sempat melongo mendengar cara bicaranya yang kelewat santai. Bukannya merasa terbantu dengan jawaban Alan, Zea justru merasa malu mendengar pengakuannya. Kenapa juga harus ada kalimat mesum, yang sangat mengganggu telinga itu.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as puisi tentang bullying
Read
+Library
Menantu Termiskin

Menantu Termiskin

ujar Cintya yang membuat Arman tak tinggal diam untuk membalas ucapan mamanya. "Bercanda bagaimana maksud mama? Itu nggak bisa dianggap sepele, kasus bullying itu bisa mempengaruhi mental seseorang. Kalau Agni di bully sama anak-anak lain, apa mama akan membiarkannya saja dan menganggap mereka hanya sedang melakukan lelucon?" Arman membalikkan ucapan mamanya yang membuat mamanya langsung bungkam seribu bahasa.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as puisi tentang bullying
Read
+Library
MENANTU JENDERAL NAGA EMAS

MENANTU JENDERAL NAGA EMAS

“Kau sering sekali menantang ku duel satu lawan satu. Aku kerap menganggap kau sudah gila. Panggilan bocah hanyalah sindiran halus untuk banci lemah seperti mu. Ingat, selama puluh tujuh tahun kau tersiksa. Kau adalah korban bully terparah sepanjang sejarah. Tidak salah kalau aku memanggil mu bocah, karena kau memang masih bocah.” “Tapi itu menurut seorang kakak yang bodoh,” damprat Bryan sengit. Dia mendengus geram lalu meledek, “Tidak hanya bodoh, tapi kau juga kejam. Tidak ada lawan mu, kecuali aku. Kau keji dan tidak punya hati.”
8.527.9K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as puisi tentang bullying
Read
+Library
Pembalasan Dua Halilintar

Pembalasan Dua Halilintar

Semua berubah sejak kamu melawan mereka. Bagas tersenyum, ”Benar! Orang-orang lemah harus melawan, mereka akan menjadi takut. Orang-orang pengganggu, sebenarnya mereka hanya menggertak. Jika orang lain takut, maka mereka akan melakukan aksi bullying.”
3.6K viewsCompletedAdded to Library 133 Times as puisi tentang bullying
Read
+Library
AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

ucap papa, terlihat urat urat di pelipisnya menonjol menandakan sedang menahan amarah. "Bukan pa..ma..bukan Dina yang mengalami bullying sekarang tapi.." sengaja ucapanku ku gantung agar papa dan mama lebih intens lagi memperhatikan apa yang akan aku katakan. "Iya nak lanjutkan.." ucap papa tak sabar. "Sekarang yang jadi bahan bullying adalah Yani." "Hah!" "Apa!" Ucap papa mama berbarengan.
1038.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi tentang bullying
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status