Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kultivator Inti Semesta

Kultivator Inti Semesta

batin Xiao Tian. Ingatan tentang kota itu datang berlapis-lapis, dari gang kecil yang pernah dia lewati, dari aroma arak yang lembut saat lelaki tua buncit itu menuangkan satu cawan, sampai suasana kota yang seolah diabaikan oleh dunia luar. Di dalam ingatannya, kota itu bukan hanya sekadar nama wilayah, melainkan tempat yang menyimpan terlalu banyak pertemuan dan utang budi yang belum dibayar tuntas.
9221.6K viewsOngoingAdded to Library 5.8K Times as puisi tentang kota
Show Reviews (106)
Read
+Library
Seutou kisaki
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Penguasa Kultivasi Beladiri Tertinggi

Penguasa Kultivasi Beladiri Tertinggi

Qiang Fan berharap dapat menemukan tahu apa yang terjadi di kota kelahirannya dan apakah masih ada yang selamat. Portal itu mengantarkan Qiang Fan dan bawahannya ke pintu gerbang Kota Hongsha. Ia kemudian memasuki perlahan jalan kota itu menuju kediamannya. Pemuda itu benar benar merasa sedih melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Bangunan-bangunan yang dahulu indah dan megah, kini hanya berupa puing-puing yang berserakan di mana-mana. Mayat-mayat berserakan di segala tempat terutama di bangunan-bangunan yang menjadi rumah para penduduk.
9.6185.5K viewsCompletedAdded to Library 5.6K Times as puisi tentang kota
Read
+Library
Tinta Merah Takdir yang Terhapus

Tinta Merah Takdir yang Terhapus

Ia bersandar di sana, membiarkan dinginnya batu meresap ke kulitnya. Di bawah, Ibu Kota terbentang dalam keheningan yang damai, diselimuti bayangan panjang di bawah cahaya rembulan perak. Pemandangan itu terasa puitis dan tragis, cerminan jiwanya yang kini pecah. Ia bergumam, suaranya sangat pelan, polos, dan jujur—suara yang hanya keluar ketika semua pertahanan telah runtuh.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as puisi tentang kota
Read
+Library
Pendekar Naga Petir

Pendekar Naga Petir

“Baiklah. Tapi nanti, setelah kita sampai di kota.” Beberapa jam kemudian, mereka tiba di puncak bukit. Dari sana, terlihat pemandangan menakjubkan: sebuah kota raksasa berdiri di tengah lembah, dikelilingi tembok putih berukir formasi cahaya berlapis-lapis. Di atasnya, pilar energi spiritual menjulang ke langit. “Selamat datang di Kota Cahaya Timur,” kata Yue Lian dengan nada lembut. “Salah satu dari tiga kota suci di Benua Selatan.”
102.7K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as puisi tentang kota
Read
+Library
Kota di Tengah Antah Berantah

Kota di Tengah Antah Berantah

gumam Rei lebih kepada dirinya sendiri. Tuan Powell melirik kaca spion, melihat ke arah papan kayu tua di pinggir jalan yang sudah keropos dimakan usia. Papan itu bertuliskan nama sebuah kota yang hampir tidak terbaca: Moorebridge. "Penduduk di sini sangat menjunjung tinggi privasi, Rei. Mereka tidak suka berkeliaran jika tidak perlu. Terutama saat cuaca seperti ini," sahut pria itu pendek.
288 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as puisi tentang kota
Read
+Library
JEJAK HITAM SANG PENGUASA AKHIR

JEJAK HITAM SANG PENGUASA AKHIR

gumam Liu Qingxue. Fang Zhi menelan ludah. "Karena tempat ini bukan kota biasa. Ini adalah kota yang dipenuhi dengan jiwa-jiwa yang tersesat. Kota ini dinamai Kota Hantu bukan tanpa alasan." Mo Tian mengambil langkah pertama memasuki kota itu, diikuti oleh Liu Qingxue dan Fang Zhi. Begitu mereka melewati gerbang, hawa dingin yang menusuk tulang langsung menyelimuti tubuh mereka. Bangunan-bangunan tua di sekeliling mereka tampak hancur dan ditinggalkan dalam keadaan rusak. Jalanan dipenuhi dengan kabut tipis yang membuat mereka sulit melihat lebih jauh.
3.8K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as puisi tentang kota
Read
+Library
Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)

Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)

Udara malam menyelinap masuk melalui jendela yang terbuka sedikit, membawa aroma laut yang asin dan suara langkah kaki samar dari jalanan di luar. Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, ia menulis surat. "Aku tiba di kota ini menjelang senja. Jalanan sempitnya dipenuhi cahaya lentera yang menggantung di depan rumah-rumah kayu, menari pelan dihembus angin. Ada sesuatu tentang kota ini yang mengingatkanku padamu—mungkin caranya menyimpan kehangatan di tengah udara yang dingin, atau mungkin karena suara riuh pasar malamnya mengingatkanku pada tawamu yang pernah memenuhi hariku."
1.2K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as puisi tentang kota
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

Di luar jendela, angin membawa suara kota: tawa anak-anak, teriakan pedagang, denting palu tukang besi. Tapi di bawah semua itu, Rakasura bisa merasakan sesuatu. Sesuatu... yang juga sedang menunggunya di kota ini. *** Malam perlahan menyelimuti Kota Maruta. Lentera-lentera dinyalakan di sepanjang jalan, memantulkan cahaya lembut di atas batu-batu jalanan. Suara pasar mulai mereda, digantikan dengan musik petikan kecapi dari kedai-kedai minuman dan tawa tawa ringan dari sudut-sudut gelap.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as puisi tentang kota
Read
+Library
Tafsir Waktu

Tafsir Waktu

teriak aku dengan tangan terkepal memukul ketanah. Malam berselimut asap pekat di kota itu. Suara bising mesin-mesin kendaraan berlalu-lalang, Gemerlap cahaya warna-warni lampu kota telah membutakan penduduk yang berdesakan tinggal di dalamnya. Angin malam menyerbak, membekukan hingga ke rongga-rongga tulang, seakan meneror penduduknya untuk tetap terjaga dalam realita, seakan meneror penduduknya takluk dalam mimpi-mimpi tiada akhir.
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 356 Times as puisi tentang kota
Read
+Library
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Waa, romantis bener nggak sih? Romantis, ya? Menurut gue, kata itu pas banget sama kota ini. Semuanya romantis di sini. Mulai dari hujannya, tamannya, jalannya, macetnya, sampai tukang parkirnya, hwehehe. Tapi, gue nggak mau bahas tukang parkir sih. Gue sih mau bahas yang tentang romantis. Serius kota ini tuh romantis abis, dengan udara dingin yang sebelas dua belas sama Puncak atau Bandung, apalagi kalau hujan merintik. Huwaa, serius, gue bisa melankolis mendadak barengan ayah. FYI, ayah gue melankolis walaupun beliau seorang kolonel tentara, iyuh.
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 466 Times as puisi tentang kota
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status