Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ramadhan Senja Di Taplau

Ramadhan Senja Di Taplau

Uztadz Marzuki lega akhirnya dia berhasil membuat Rama berubah. Sebelumnya Rama sebenarnya sudah bisa membaca Alqur'an, akan tetapi dia sangat jarang membuka ayat suci tersebut, akhirnya dia pun sempat lupa, sungguh ironis memang, dengan mudah karena pengaruh teman-teman yang nggak jelas itu Rama pun melupakan semua tentang ilmu agama yang ia peroleh dari semenjak kecil. Minggu ketiga selama puasa Ramadan , hampir satu bulan mereka di Blitar dan menjalankan ibadah puasa Ramadan disana, semuanya berencana kembali ke Padang mengingat sebentar lagi adalah idul Fitri.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai puisi tentang ramadhan 4 bait
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai puisi tentang ramadhan 4 bait
Baca
+Pustaka
Dream first class

Dream first class

Membalasnya dengan amarah yang tertahan. [Tidak bisa.] Ia pun membalas dengan bernegosiasi. [Ada lomba bikin puisi se-Indonesia. Temanya, ‘manusia.’ Kamu tinggal buat puisinya maksimal 4 bait, margin normal, diketik dengan font: Times New Roman, ukuran 12, spasi 1.5, dan Bionarasi maksimal 50 kata. Deadline-nya Desember tanggal 1. Syarat untuk mendaftarnya biar aku yang bikinkan. Mau, nggak?]
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai puisi tentang ramadhan 4 bait
Baca
+Pustaka
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Terasa singkat saat bersamamu teramat panjang kala merindumu berasa sesaat ketika menggenggammu sangatlah lama untuk menantimu ****** Tawa dan canda sepanjang perjalanan membuat semua lelah tak lagi terasa. Kadang bernyanyi bersama walau dengan suara yang tidak jelas nadanya. Yang penting happy. Sepanjang perjalanan harus melintasi perkebunan teh yang mampu menyejukkan mata dan pikiran. Beda sekali dengan penatnya kota Jakarta. Di sini masih sangat asri.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai puisi tentang ramadhan 4 bait
Baca
+Pustaka
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Di sana terselip kertas yang tertulis puisi buatanku. “Buat?” kejar Four. “Ya, buat kamu,” jawabku sambil siap-siap membacakan puisi cinta. Four tampak super bingung. Aku menarik nafas sejenak, lalu mulai membaca bait pertama. “Wajahmu bersinar bagai rembulan.” Demi mendengarnya, Four langsung meraih ember di dekatnya, lalu muntah hebat.
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai puisi tentang ramadhan 4 bait
Baca
+Pustaka
Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku

Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku

AKU MELIHAT CINTA DI MATAMU! "Allah, alangkah nikmatnya suasana ini. Ramadhan di Tarim dengan membakar wewangian dan berdzikir kepada-Mu. Allah ya Robb, pantaskah aku menikah dengannya? Jika boleh meminta jodohkan aku dengan Mulki ya Robb, aku sungguh mencintainya," gumam Gendhis.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi tentang ramadhan 4 bait
Baca
+Pustaka
Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

“Iya Ummi tadi antreannya panjang. Berdoanya mah hanya sebentar.” Syaikh baru membaca tahmid pembukaan. Alhamdulillah tidak ketinggalan materi. Satu jam tak terasa mengantuk sama sekali, syaikh Ubaidillah pandai sekali membawakan materi. Beliau memaparkan keutamaan bulan Ramadhan dan bagaimana cara kita mendapatkan segala keutamaannya. Terasa sekali kalau beliau menyampaikannya sungguh-sungguh dari hati. Membuat kami para jamaah sangat termotivasi untuk menjalankan nasihatnya.
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 731 kali sebagai puisi tentang ramadhan 4 bait
Baca
+Pustaka
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

April, musim semi, bunga-bunga bermekaran, udara sejuk dan Arsen Guntara , semua keindahan ini Laila abadikan di palung terdalam hatinya. Alfu Laila Walaila dan Mesir, Semua keindahan ini Arsen abadikan dalam samudra terdalam jiwanya. Tatapan mereka beradu, mengirimkan gelombang cinta, lisan mereka melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an, seperti yang biasa mereka lakukan setiap subuh. Memuroja'ah hafalan. "Arr Rohmaaan ..." [Tuhan yang Maha Pemurah]
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi tentang ramadhan 4 bait
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

Wanita pemilik toko, di sela-sela aktifitasnya dengan pena dan buku catatannya itu, berjalan di belakang gadis kasir sembari mencuri pandang pada isi tulisan yang sedang dirangkai. Mendadak, ia berhenti. Kepalanya ia miringkan sedikit untuk membaca tulisan yang ada di kadoku. “Fourty Days.., At The Earlier Time..,” gumamnya pelan. Ia kemudian mengangkat wajahnya dan menatapku. “Fourty Days..? At The Earlier Time?” Kali ini ia bertanya. “Iya.” Sahutku. “Empat Puluh Hari Di Awal Waktu..? Mmm, apakah ini tentang shalat? Shalat empat puluh hari?”
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai puisi tentang ramadhan 4 bait
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi tentang ramadhan 4 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status