Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aira's

Aira's

Bait Untukmu Setetes air mata telah memadamkan semangatku, Seucap kata dari kau telah membelah hatiku, Kau bilang aku bodoh, Kau bilang aku tak gigih, Pembacaan puisi yang ditayangkan perdana di tv nyaris membuat ayah menangis seorang diri ketika mendengar dan melihat bagaimana pilunya Aira membaca puisi. "Maafkan Ayah Nak!" batin ayah sendu dan meremas kuat selimut yang ia pakai.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai puisi untukmu
Baca
+Pustaka
Perjalanan Hidup Alvira

Perjalanan Hidup Alvira

Oh mungkinkah diri ini dapat merubah buih yang memutih menjadi permadani seperti pinta yang kau ucap dalam janji cinta. Juga mustahil bagiku menggapai bintang di langit siapalah diri ku? Hanya insan biasa Semua itu sungguh aku tiada mampu~ (Exist - Buih Jadi Permadani)
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai puisi untukmu
Baca
+Pustaka
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

tukas Embun. “Aku janji, nggak bakal bikin kamu sakit hati. Aku janji, akan selalu berusaha membuatmu bahagia. Sudah cukup kamu hidup menderita. Aku ingin mengganti semua air mata kesedihanmu, menjadi air mata kebahagiaan. Kita adalah dua masa lalu yang berbeda, ditakdirkan untuk satu masa depan yang sama. I promise you,” kata Al tulus.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai puisi untukmu
Baca
+Pustaka
Si Tomboy Hanny dan ayam

Si Tomboy Hanny dan ayam

Untukmu Hati Aku disini Merasa sangat sendiri Hidup tanpamu tiada arti Malam Sampaikan padanya Hariku akan kelam Bila hariku tanpa dia Bulan Sapa dia Sampaikan perasaan Kini Gundah gulana Pagi Cepatlah berganti Sampaikan pada mentari Berikan pesan agar dia kemari Setelah berpuisi aku tertidur lelap.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi untukmu
Baca
+Pustaka
Diary Rain

Diary Rain

~Sesi Lagu~ Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan-tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu -Jikustik, Puisi- ~Sesi Lagu Berakhir~ Seketika tubuhku membeku. Pikiranku langsung melayang. Suara itu seperti berada tak jauh dari rumahku. Aku langsung menoleh ke arah jendela kamar. Segera aku berlari dan membukanya dengan tidak sabar.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai puisi untukmu
Baca
+Pustaka
THIS LOVE

THIS LOVE

Ku tuliskan kenangan tentang. Caraku menemukan dirimu. Tentang apa yang membuatku mudah. Berikan hatiku padamu. Takkan habis sejuta lagu. Untuk menceritakan cantikmu. Kan teramat panjang puisi. Tuk menyuratkan cinta ini. Telah habis sudah, Cinta ini.... Tak lagi berpijak, Untuk dunia. Karena tlah ku habiskan, Sisa cintaku hanya untukmu....
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai puisi untukmu
Tampilkan Ulasan (3)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Naila Alifa
Mohon maaf.. Kok menurut ku Gaya bhasanya berbelit belit ya jadi kyak agak bosen gitu bacanya.. Kayak jadi lama gitu padahal Satu bab cuma dapat cerita segitu.. Banyak sih tulisannya tapi kayak dapat cerita yg cuma sedikit Intinya.. Maay ya Thor cuma kasih masukan aja
Baca Semua Ulasan
Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

“Bersamaku, atau tidak dengan yang lain. Tapi pastikan jika kamu datang, kamu datang bukan untuk menggantikan. Melainkan untuk tinggal, meski tahu hatiku belum seluruhnya pulih.” Mikael membacanya dari seberang meja, dan hanya berkata lirih, "Itu puisi terindah yang pernah kamu tulis. Karena kamu menulisnya bukan untuk siapa-siapa. Tapi untuk dirimu sendiri."
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai puisi untukmu
Baca
+Pustaka
Membuatmu Menjadi Milikku

Membuatmu Menjadi Milikku

--My Bestie Yang Unyu-- [Turut berduka cita yah, Bulan manis. Baik, aku akan membantumu kabur. Aku bisa membantumu.]
10120.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai puisi untukmu
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
lullaby dreamy
selalu ngikutin smua cerita kak CaCi . cerita mu selalu buat aku masuk dlm alur ceritanya kak . kalo sedih, ikutan sedih bhkn sampe nangis kalo nyesek bgt, ikutan ketawa kalo pas part yg lucu (ini yg fav) n' ikutan baper kalo part yg manis n' romantis ^^ n' selalu ku tunggu stiap update'an mu kak ^^
Nikma Pesek
padahal cerita caci itu buagus pool lohhh , gk bertele" , ceritanya ringan , sangat disukai orang" , aku juga suka cerita seperti cerita caci ini , justru yg konflik berat" kdang bikin pembaca lelah sendiri semangat buat caci , cerita caci indah dimata pendukung caci , gk udah dengarkan kata orang
Baca Semua Ulasan
Saat Aku Bukan Lagi Pilihanmu

Saat Aku Bukan Lagi Pilihanmu

Air itu perlahan-lahan naik hingga melewati dadaku, akhirnya kepalaku pun tenggelam. Aku tidak bisa bernapas. Suara untuk meminta tolong pun tidak bisa keluar. Ketika aku berjuang dengan seluruh tenaga, tali itu ditarik lagi ke atas. Aku menghirup udara dalam-dalam dan batuk tanpa mengeluarkan suara. Setelah itu, orang di tepi berbicara dengan perlahan-lahan. "Kamu baru saja menyinggung orang yang nggak seharusnya kamu singgung. Jadi, seseorang mengirimku untuk menyiksamu."
11.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai puisi untukmu
Baca
+Pustaka
Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

“Kau cepat sekali berpindah hati, Sophia.” Sophia tetap diam belum menjawab apa pun. Namun, matanya menyipit, tidak paham dengan apa yang barus aja Lucas ucapkan padanya. Lucas mendekatkan bibirnya ke telinga Sophia kembali, dan melanjutkan bisikan tajam serta menusuk, “Baru beberapa hari lalu kau menangis karena satu ciuman, dan sekarang kau tertawa di pelukan pria lain. Apa kau terlalu murah setelah berpisah denganku, huh? Oh! Aku lupa. Bahkan kata ‘murahan’ itu sudah tertanam dalam dirimu sejak kita masih bersama.”
630 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi untukmu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status