Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dosenku Calon Suamiku

Dosenku Calon Suamiku

Air yang pasang tak abadi, ia bisa dimakan pergantian waktu menjadi surut lalu kembali. Ibaratnya bagai waktu dan kesibukan. Waktu tak sejatinya tenang, dia terdapat kerikil, batu koral besar, lumut bak lendir, rumput laut menggelitik, ataupun badai. Semua imbang sesuai waktu, porsi, dan rencana dititahkan kuasa. Layaknya kesibukan terjadi.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as puisi waktu
Read
+Library
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Aku beri kamu waktu setengah jam. Kalau kamu bisa membuat lima puisi, kami akan membiarkanmu lolos." Para sastrawan yang berada di sekitar mulai bersuara untuk merendahkan Wira, karena mereka merasa tidak puas. Dia tidak memedulikan mereka. Hingga kata-kata terakhir mereka, dia baru mengangkat kepalanya dan menatap mereka. "Baiklah!"
96.2M viewsCompletedAdded to Library 246.1K Times as puisi waktu
Show Reviews (2659)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Ucap Rio "Kakak setuju dengan kamu Rio" Puji kak Sasa "Yaudah kita mulai sekarang latihannya ya" Lanjut kak Sasa. (Rindukan Dirimu) Berjanjilah wahai sahabatku Bila kau tinggalkan aku Tetaplah tersenyum Meski hati sedih dan menangis Kuingin kau tetap tabah menghadapinya Bila kau harus pergi
101.8K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as puisi waktu
Read
+Library
Batas Waktu

Batas Waktu

Aqilla memantaskan diri di depan cermin. Gadis cantik itu tampak menawan menggunakan striped colorful lengan panjang yang dipadukan dengan wide leg jeans. Ia memulas tipis lipgloss di bibirnya yang sudah merah alami. Rambut sebahunya sengaja diurai, menambah aura gadis itu yang semakin terpancar. Aqilla melihat jam diding yang tertempel manis di dinding kamarnya yang bernuansa kuning dan cokelat dengan lukisan bunga matahari di beberapa bagian. Jam sudah menunjukkan pukul 8, tetapi cowok itu belum datang juga sampai sekarang. Ia berdecak sebal sambil memainkan handphone ditangannya.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as puisi waktu
Read
+Library
Bayang Masa Lalu

Bayang Masa Lalu

Dia kembali meletakkan buku tersebut, kemudian pergi dari sana. Sesampainya Rama di kamar, merebahkan badan, netra tidak mau terpejam. Sudah hampir satu jam berguling kesana-kemari, rasa kantuk tergantikan dengan rasa penasaran. Jam dinding menunjuk tepat pada pukul 12 malam. Rama bangkit dari kegiatan rebahan, berjalan menuju lantai bawah, tempat di mana rasa penasaran terus menghantui pikirannya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as puisi waktu
Read
+Library
Beyond the Light

Beyond the Light

tanya Nyridia sambil menghitung dengan jari. “Empat tahun?!” Arias membulatkan matanya. “Waktu berjalan sangat cepat.” “Apa kau pernah mendengar kalimat ini?” Eugene berdeham supaya suaranya lebih jernih. Namun, suaranya tidak terdengar berubah sama sekali. “Waktu itu bisa menyembuhkanmu sekaligus membunuhmu perlahan.” “Iya,” jawab Pilav singkat. “Sebentar lagi waktumu akan habis.”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as puisi waktu
Read
+Library
Mengulang Waktu Untuk Membalasmu

Mengulang Waktu Untuk Membalasmu

Ia hanyalah pria paruh baya yang kehilangan orang – orang tercintanya. “Aku masih menunggu waktu yang tepat untuk mengungkap semuanya. Beri aku waktu, Bel.” lanjutnya dengan gumaman yang terdengar begitu lirih. Kerapuhan yang biasanya ia tertutup itu kini terbuka lagi.
1026.1K viewsCompletedAdded to Library 810 Times as puisi waktu
Read
+Library
Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

Waktu yang Hilang - Rindu Saga berhenti lama di depan sebuah rumah bergaya mediterania dengan halaman yang lumayan luas. Beberapa pohon buah-buahan berjajar menjadi pagar hidup. Ada pohon mangga, jambu air, kelengkeng, dan satu pohon besar di pojok halaman sebelah kanan. Buahnya lebat, kehitaman mirip anggur dan sebagian telah berjatuhan di tanah. Buah Juwet. Buahnya manis agak sepet, kalau di makan membuat bibir berwarna ungu pekat.
10138.0K viewsCompletedAdded to Library 5.2K Times as puisi waktu
Show Reviews (34)
Read
+Library
Bintang ponsel
karya yg ini laen bikin greget kyk mles baca nya bikin sakit ati peran novel nya agk rada2 bebal trlalu naif n trlalu bodoh dlm bertindak tntg perselingkuhan suaminya mlh nerima2 aja , gk suka dgn karya mbk lis yg ini
Meilia
awalnya g mau buka karya mba Lis yg ini, cz d baca dr judul sama sinopsisx...takut aja kalo sad ending,, trus iseng dong baca bab 1 , eh lakok ketagihan pengen terus dan terus,,, suda 4 judul yg kubaca karyamu mba, dan semuax amazing, saya suka , saya suka,,
Read All Reviews
Perjalanan Waktu Adara

Perjalanan Waktu Adara

Tuhan seakan memperluas teka-teki takdir yang entah sedang direncanakan menjadi seperti apa. Malam berakhir, Adara menangis di sudut kamar. Memeluk lutut sambil berusaha menahan kantuk. Di satu sisi dirinya ingin kembali ke masa depan, menjalani hidup meskipun harus tinggal sebatang kara. Di sisi lain, Adara juga tidak ingin pergi terburu-buru. Ia masih ingin mengetahui alasan dirinya melakukan perjalanan waktu, ia juga tak ingin meninggalkan penawar luka nya_Pemilik senyum mentari. Kini gadis itu hanya takut memejamkan mata, hanya itu saja.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as puisi waktu
Read
+Library
Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu

Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu

Dia membalas dengan cepat, seolah memang sedang menunggu pesanku. "Ada apa?" "Payudaraku masih sakit." Dia tidak membalas. Beberapa menit kemudian, dia malah menelepon. Aku bersandar di kursi, merasakan semilir angin gunung di malam hari. Tak jauh dari tempatku, bunga-bunga sakura masih belum layu. Aku merasa sedikit mabuk, pandangan mulai kabur, pikiranku pun melayang-layang.
42.7K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi waktu
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status