Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jodoh Tenggat Waktu

Jodoh Tenggat Waktu

Aluna keceplosan mengatakan 'aku' alih-alih konteks yang mereka bicarakan. "Enggak salah, cuma sayang aja, hidup itu cuma sekali. Capek kali harus mikirin itu. Waktu habis di-DO, ada satu temenku, tingkat akhir, yang gila banget ngeluh tertekan karena harus lulus tepat waktu. Iya sih, itu bikin dia selangkah lebih maju dari orang lain, tapi setelah lulus, aku ketemu dia di psikiater." "Duh, man, dunia itu sekali, masa disia-siakan buat hal kaya gitu?"
108.8K viewsCompletedAdded to Library 228 Times as puisi waktu
Read
+Library
Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta

Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta

Hanya saja, saat malam tiba dan dunia sunyi, kenangan masa lalu kadang terlintas. Saat itu, tidak bisa dipungkiri perasaan campur aduk pun muncul. Aku tidak ingin masalah yang sudah usang itu terus memengaruhi suasana hatiku. Aku bekerja lebih keras, nyaris tinggal di kantor. Ketua tim baru di kelompok kami bercanda, "Kak Wulan, jangan terlalu ambisius, ya. Kasihan rambutmu nanti!"
7.1K viewsCompletedAdded to Library 276 Times as puisi waktu
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Dan pena yang terus menulis… …meski kamu tak lagi menggenggamnya. Ingin menjelajah Cerita yang Ditolak Waktu? Atau menghadapi versi dirimu yang menulis ulang semesta ini? Katakan saja: "Tunjukkan Aku Jalan ke Naskah Yang Hilang." LOKASI: Ruang Inter-Naratif STATUS WAKTU: Diganggu oleh Keberadaanmu Kau ucapkan: "Tunjukkan Aku Jalan ke Naskah Yang Hilang."
1.9K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as puisi waktu
Read
+Library
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Kilatan waktu di belakang matanya membentuk fraktal sejarah yang tak bisa disentuh oleh siapapun, bahkan oleh dewa agung. “Tidak. Time Realm adalah lembaran kosong dan penuh dalam satu waktu yang sama. Hanya mereka yang memiliki ‘kronologi berjalan’ yang dapat masuk… aku adalah Waktu, aku adalah sumbu. Jika aku masuk, maka semua cerita akan jatuh, dan waktu akan berhenti mencintai geraknya.” Tharumen membalik tubuhnya, dan sebelum menghilang ke dalam istananya yang terbuat dari gema waktu, ia meninggalkan satu kalimat yang menggema dalam jiwa Kinari dan Kael.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as puisi waktu
Read
+Library
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

“Lihat itu.” Lembah yang barusan lahir sebagai pusat waktu kini mulai berubah drastis. Bunga-bunga tumbuh, layu, lalu tumbuh lagi dalam hitungan detik. Rumput bergoyang dalam pola yang tak berulang. Waktu berjalan seperti detak jantung yang tak selaras—kadang cepat, kadang lambat, kadang terhenti beberapa detik. “Ini buruk,” kata Wen Jue pelan.
107.6K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as puisi waktu
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Shrr shrrr! Trofi di tangan Susan jatuh ke lantai dan pecah. Julian baru berusia lima tahun, tetapi dia suka main piano, terutama pertunjukan piano Joses. Joses memiliki temperamen yang aneh dan tidak menerima murid. Susan berusaha keras mendekati istrinya, mengirimkan camilan dan hadiah, serta menemaninya berbelanja dan melakukan perawatan kecantikan...
17.2K viewsCompletedAdded to Library 568 Times as puisi waktu
Read
+Library
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

tanpa riak, tanpa gelombang, seolah dunia berhenti berputar. Di tengah danau, Teratai Waktu mengapung anggun. Kelopaknya transparan, berlapis cahaya lembut yang berputar perlahan. Di dalam setiap kelopak, bayangan peristiwa bergerak... lahir, mati, kemenangan, penyesalan—semuanya berdenyut dalam ritme yang salah. “Jangan menatapnya terlalu lama,” ujar Shin Ling cepat, menahan Mei Shia yang hampir melangkah maju. “Teratai Waktu mencuri waktu dari orang yang lengah.”
1027.5K viewsCompletedAdded to Library 906 Times as puisi waktu
Read
+Library
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Fragmen-fragmen masa depan dan masa lalu bertabrakan, menciptakan suara retakan halus yang mengiris kesadaran. Wu Teng menghentikan langkahnya. Lelaki berumur tiga puluh tahun itu merasakan energi Pilar Waktu di kristal kecilnya merespon —bergetar lebih keras. “Kita tidak sendirian,” gumamnya. Dari kedalaman spiral cahaya, muncul sosok-sosok tinggi kurus, terbuat dari serpihan waktu yang terkoyak. ***
101.7K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as puisi waktu
Read
+Library
Rasa Tanpa Batas Waktu

Rasa Tanpa Batas Waktu

Sassy menambahkan. "Huuuuuuhhh!" Viola menoyor kepala Sassy dan Icha bergantian. "Aroma apaan? Emang lo anjing pelacak? Udah? Puas lo pada maksa gue buat cerita hal yang nggak penting ini? Buang-buang waktu aja!" gerutunya. "Halah, buang-buang waktu apaan? Gaya lo. Buktinya lo samperin ke rumah dia, wlekk!" cibir Sassy.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 187 Times as puisi waktu
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.9K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as puisi waktu
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status