Tawanan yang Menawan
Mereka semua terdiam sejenak, mencoba merangkai artinya.
“Jadi...,” Ambarani mencoba menyimpulkan, “Saat bulan purnama datang, di gunung yang tersumbat menjadi suara, aku datang jangan pergi?”
“Berarti itu sebenarnya bukan mantra,” bisik Indah, terkesima. “Tapi seperti janji. Atau... lokasi dan waktu pertemuan.”
Teka-teki mulai terkuak. Bukan tentang memanggil, tetapi tentang menunggu di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dan mendengarkan sebuah petunjuk suara.
Hot Chapters