Beautiful Pain
isak Dakota dari dalam pelukan Audrey.
“I know. Pasti akan sangat menyakitkan. Nikmati prosesnya, Dakota. Pisau akan semakin tajam kalau sering diasah, bukan? Ini adalah perjalanan hidupmu. Sebelum aku merasakan hidup bahagia dengan Xander, aku pun merasakan luka yang dalam. Hidup tidak selalu indah, tapi juga tidak selalu menyakitkan.” Audrey menepuk pelan punggung Dakota, memberikan nasihar pada sepupunya itu. Perkataan Audrey telah berhasil membuat isak tangis Dakota mengecil. Audrey pernah ada di posisi itu, dia sangat mengerti hancurnya akibat sebuah pengkhianatan.