Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

"Ini kopi item? Kaya yang biasa buat Pak Septa?" "Hmm." Lila mengambil tray berisi macam-macam kopi sachetan yang ada di dalam wadah penyimpanan di rak. "Bawel banget sumpah Dirut baru!" gerutunya. "Kamu tuh gimana sih, Lil? Pak Ezekiel kan tadi pagi udah ngasih tahu dia suka kopi apa." Lila mendecak sebal. "Kopi tuh sama aja. Item kek, machiato kek, tubruk kek, sachetan kek."
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai quotes kopi singkat
Baca
+Pustaka
Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Ia membuka bungkusan—isi lima cup kopi spesial dari kafe mahal lantai dasar dan sekotak donat yang biasanya hanya muncul saat ulang tahun direksi. “Siapa yang kamu racuni hari ini?” tanya Januar curiga. “Kamu. Maksudku, bantu aku sedikit aja, ya? Please? Nggak bakal ngerepotin! Cuma butuh kamu lacak satu email jahat dan kemungkinan pelakunya.” Januar menatap donat, lalu kopi, lalu Harika, lalu donat lagi. “Kopi ini latte gula aren tiga shot espresso?”
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai quotes kopi singkat
Baca
+Pustaka
Kalau Cinta, Pasti Sayang

Kalau Cinta, Pasti Sayang

Namun, Erino menolaknya dengan alasan dia sibuk malam ini. Setelah membalas pesan dari Salsa, Erino memeriksa semua pesan masuk dan riwayat panggilan masuk. Apa yang sebenarnya Erino cari? Siapa yang dia tunggu? Erino hanya menunduk dan terdiam. Pada saat yang bersamaan, Brigitta masuk sambil membawa secangkir kopi. "Pak Erino, ini kopi Anda." "Ya." Erino menatap ponselnya sebentar, kemudian dia menoleh ke arah Brigitta dan bertanya, "Apa Mirna menghubungiku?"
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai quotes kopi singkat
Baca
+Pustaka
Kopi dan Lemon:  Wanted Husband Series

Kopi dan Lemon: Wanted Husband Series

Apa yang mereka lakukan? Lana menarik napas lega ketika Hamza melepaskannya dari ciuman berbahaya itu, tetapi hanya sedetik, sepasang mata kecoklatan itu kembali tertutup ketika ia melumat bibirnya yang terasa perih untuk sesi kedua. Lana mendesah pasrah, mungkin tidak apa-apa. Ini akan menjadi ciuman terakhir mereka. Malam itu, mereka tak sempat memberikan ciuman perpisahan. Tidak masalah. Sekali ini saja. Lana meyakinkan dirinya. Ia menutup matanya, menikmati ciuman yang perlahan melambat, namun tetap kuat, ia bisa merasakan aroma kopi. Ia tahu benar, mantan kekasih hatinya itu pengila kopi, dan ciuman mereka tak pernah memilki rasa lain selain kopi.
1017.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai quotes kopi singkat
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan Kecilku

Kebahagiaan Kecilku

Jika ada pekerjaan yang bisa dikerjakan tanpa harus bertemu langsung dengan Kendrick, ia memilih cara itu. Ia bukan menghindar sepenuhnya dan itu mustahil, mengingat posisinya sebagai asisten pribadi. Namun, ia meminimalkan hal-hal kecil yang dulu terasa natural: percakapan singkat di luar jam kerja, candaan ringan saat suasana tegang, bahkan kebiasaan mengingatkan Kendrick untuk minum kopi sebelum rapat panjang. Kini, semuanya tertulis di catatan.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai quotes kopi singkat
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Karena Sena sontak menghentikan gerakan minum kopinya di udara, saat mendengar kata yang ketinggalan tadi. "Tidak masalah, May. Lagi pula setahu saya, belum ada orang yang meninggal hanya karena minum kopi sachet yang sudah kadaluarsa." Sena jijik sendiri mendengar gurauan garingnya. Sungguh ia bukan type laki-laki yang mudah untuk merangkai kalimat manis. Apalagi bercanda. Perudungan demi perudungan yang kerap ia terima dulu, mempengaruhi kepercayaan dirinya. Jujur, hingga ia sesukses ini pun, rasa minder terkadang sesekali muncul.
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai quotes kopi singkat
Baca
+Pustaka
Love of My Life

Love of My Life

Kebodohan memang tidak mengenal status bukan? "Kopi saya masih sama seperti dulu ya, OG yang namanya nyontek nama beras. Hitam pekat tanpa pemanis buatan. Jangan seperti waktu dulu. Kamu mencampurkan garam alih-alih gula." Sebuah suara bariton menyapa pendengarannya. Denver Delacroix Bimantara. Sepertinya Denver telah mengenalinya dan mengikuti hingga ke pantry ini. Kepalang basah, nyebur aja sekalian.
9.921.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai quotes kopi singkat
Baca
+Pustaka
Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Dia memajukan tubuh semakin dekat denganku, lalu berkata dengan pelan. "Mau kopi apa? Kopi susu, kopi late, moccacino, cappucino, atau ... kopi cinta?" Aku memajukan tubuh, mendekatkan diri pada wajah Soni yang berada beberapa senti di depan wajahku. Kedua tangan kulipat di meja, lalu berucap dengan suara yang berbisik. "Kopi Dangdut." Soni tertawa lepas membuat kedua temannya yang ada di meja lain bersorak menggoda. Aku hanya mengulum senyum, merasa malu karena jadi perhatian.
10500.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.0K kali sebagai quotes kopi singkat
Baca
+Pustaka
Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Amran berdiri, menunjuk kedai di ujung selatan. Mei ikut bangkit, menatap plang kayu berbetuk bulat bertuliskan Omah Kopi. Di atas tulisan tercetak gambar cangkir dengan asap cokelat mengepul di atasnya. "Tidak jadi soal minum di mana, Prof. Yang penting, dengan siapa kita minum kopi." Bibir Mei membentuk bulan sabit. "Mungkin minum denganmu bisa membuat kopiku berubah rasa. Tidak sepahit dulu.”
1045.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai quotes kopi singkat
Baca
+Pustaka
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

Dipo menyengir, Shaquelle mengambil gelas. “Bikinin cappuccino. Dua shot rindu, satu scoop kesabaran.” Raina menyodorkan sticky note berbentuk hati. “Kami bikin ini buat Aurelie. Mau titip pesan?” Shaquelle berpikir sejenak lalu menulis: “Kalo kamu denger ini di dalam hati, tolong kabur dari pingitan. Aku butuh kamu buat hidup, dan buat nyalain mesin kopi lantai 21.”
1040.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 938 kali sebagai quotes kopi singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status