Tergoda Rayuan CEO Muda
Karier Fandra kian bersinar dengan cemerlang.
Selesai bermain air, Fandra duduk di tanah berpasir. Menekuk kedua lututnya, pandangannya jauh ke depan. "Sebentar lagi, matahari akan tenggelam. Momen seperti itulah yang selalu kamu tunggu, Mbak. Kamu selalu histeris dengan keindahan langit yang berwarna jingga dan kemerahan. Aku kangen, Mbak. Kangen banget. Di mana sebenarnya dirimu kini? Apa kabarmu?"
Kalimat-kalimat kerinduan tersebut hampir setiap waktu Fandra ucapkan. Tak terhitung berapa banyak doa dan kerinduan yang dia langitkan. Namun, Allah belum mau mempertemukannya dengan sang pujaan hati.