Suamiku Ternyata Pura-Pura Lumpuh
Kalau aku balas dengan yang lebih kej*, lalu apa bedanya aku dengan dia.
"Selamat ya, Kak Ely. Jangan pernah lupakan kami," kata salah satu pekerja dan memelukku dengan erat sambil menangis terisak.
Kemudian mereka bergantian memelukku dan memberi ucapan yang sama, selamat dan pesan agar aku selalu mengingat mereka.
"Tetaplah rendah hati, Kak."
"Sering-seringlah mampir ke sini!"
"Kami pasti merasa kehilangan karena sulit menemukan QC yang baik hati, lembur serta ramah pada siapa pun."