Lembaran Baru Kisahku
“Kalau menurutku, pria sampah seperti Omar itu seharusnya sejak lama kamu campakkan. Mulai sekarang, biar aku yang menjagamu dan melindungimu.”
Bagas bukan hanya pandai bicara, dia benar-benar menepati ucapannya. Selama beberapa hari berikutnya, dia hampir tak pernah meninggalkanku. Dia sendiri yang menyuapiku obat dan makanan, perhatiannya begitu telaten dan penuh kelembutan. Di bawah perawatannya, tubuhku perlahan pulih.
Selama bertahun-tahun di Negara A, Bagas juga telah meraih cukup banyak pencapaian. Dia mendirikan sebuah perusahaan permainan online. Awalnya dia ingin aku menjadi asistennya, namun aku menolaknya dengan halus.