Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

Di napas yang tersisa Sayup terucap doa 'Ku takkan hidup selamanya Namun tak pernah siap berpisah Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Kita…. Kita….
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai qurrota a'yun
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

Rasa penasaran tiba-tiba membuncah, membuatku tak sadar menoleh kepada Aquilla yang mendongak untuk menatap Aurora tersebut. Aku baru menyadari bahwa di leher kanan Aquilla terdapat sebuah tato berbentuk naga yang warna memudar, seakan-akan berbaur dengan kulit putih pucatnya itu. Matanya pun kini bersinar merah, bukan lagi berwarna ungu yang membuatku takjub sekaligus iri. “Aquilla,” panggilku tapi dia tetap bergeming pada posisinya. Dia terlihat terlalu terikat dengan pemandangan Aurora berwarna ungu tersebut. “Apa yang sedang kau lakukan?”
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai qurrota a'yun
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

Zahra merasa penuh noda jika Raden menyambungkan hal agamis dengan dirinya. "Begitu, ya?" Zahra memainkan ujung kakinya yang berputar-putar membentuk lingkaran di tanah. "Aku boleh ikut?" Ide itu mendadak muncul. Padahal, jangankan doa, gerakannya saja Zahra lupa-lupa ingat! "Kalau begitu, aku akan menunggumu mengambil rukoh di sini." (Rukoh: Mukena--pakaian solat untuk wanita yang menutup seluruh aurat).
104.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai qurrota a'yun
Baca
+Pustaka
AKAN KUTUNGGU

AKAN KUTUNGGU

ujar Bu Marwa sambil memandang langit kelabu. "Nggak apa-apa, Bu. Saya akan naik taksi di depan. Saya pamit, Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam." Nindiya melangkah di trotoar. Melewati gedung-gedung perkantoran. Di jalan itu tidak ada kendaraan umum yang lewat. Di sana jalan buntu. Khusus wilayah perkantoran elite.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai qurrota a'yun
Baca
+Pustaka
ANNORA

ANNORA

Allamanda.Catharticananarwanitakuanaisanja-anja
ujar Luna lalu kembali tertawa pelan. "Gue emang lagi suka sama orang, tapi orang itu bukan Gema. Tunggu aja, nanti lo bakalan tau kok." "Yang kemarin itu cewek lo?" tanya Manda tiba-tiba. "Cewek gue? Yang mana?" tanya Gema balik.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai qurrota a'yun
Baca
+Pustaka
Roman (sa) Arunika

Roman (sa) Arunika

Shanala melafalkan doa dalam batinnya, seraya memandangi Kava yang mulai duduk menyelonjorkan kaki di sebelahnya sambil memegang kitab suci. Lantunan merdu QS Al-Baqarah membawa Nala semakin damai. Gulananya mulai luntur berganti kesejukan. Wanita ayu itu mulai menutup mata sayunya sembari memegang lengan kokoh sang suami. Suara merdu lantunan kalam Tuhan itu mungkin akan lebih sering didengarnya belakangan ini.
9.925.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 951 kali sebagai qurrota a'yun
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

Puti Tan menghampiri Kuranji sambil bertepuk tangan. “Hebat! Kuranji yang sekarang … sangat berbeda dengan Kuranji lima tahun yang lalu.” Senyum lebar menggantikan bias ketakutan yang sempat menghiasi wajah cantik Puti Tan. “Eh, Kuranji … apa nama jurus yang kamu pakai untuk mengusir bajingan itu?” tanya Puti Tan seraya menyikut lengan Kuranji. “Meteor Menghantam Bumi.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai qurrota a'yun
Baca
+Pustaka
Dirty Office

Dirty Office

Protes Aruna. ***
1035.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 859 kali sebagai qurrota a'yun
Baca
+Pustaka
Sang Idola Adalah Boneka

Sang Idola Adalah Boneka

Tok tok tok! "Aurora, buka pintunya!" seru Ayu. 'Aduh! Mampus aku!' batin Rora, matanya melotot menatap Djaren.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai qurrota a'yun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status