Janda Tapi Perawan
Rupanya, mengobrol dengan Ibra, mampu menghilangkan rasa takut dan cemas berlebihan dalam diri Aira.
Hatinya mulai tenang, sehingga kini dirinya bisa memakan mie dengan damai.
"Setelah ini kita ke mana?" tanya Ibra di sela-sela kegiatan makannya.
"Pulang, dong. Ini sudah terlalu malam. Besok bisa kita lanjut lagi jalan-jalannya," cetus Aira.
"Eh, tapi ... besok jadwalku menjenguk Kak Jati. Atau kumundurkan lusa saja, ya?" ujar Aira meralat diri sendiri.