Mutiara Sang Rahwana
Kata-kata Pak Tardi membuat Tiara menyemburkan kolak yang sedang dikunyahnya, potongan pisang raja dengan bentuk tak beraturan itu menggelinding hingga mengenai kaki Bima.
“Lho, ada dua? Saya kira Dara putri bapak satu-satunya.”
“Oh, enggak. Ada dua, sama cantiknya, tetapi beda empat tahun. Nak Bima mau lihat?” tawar Pak Tardi membuat darah Tiara mendidih. Gadis itu sudah berdiri hendak pergi ketika tangannya dicengkeram Bu Tardi. Di ruang tamu, dengan nada sok dimanis-maniskan, Pak Tardi memanggil Tiara untuk keluar. Padahal biasanya, menyebut namanya saja lelaki tua itu enggan.
Hot Chapters