Kafan Hitam
“Jangan bilang kalau kamu percaya sama si Rojali!”
“Atau jangan-jangan kamu sudah disogok dia! Jawab!” timpal Arif.
Cecep menggeleng, ketakutan saat keduanya menatap tajam. “Saya ... hanya bingung saja, Rif, Den.”
“Sudah, jangan bicara apa-apa lagi soal si Rojali lagi, Cep! Saya suka emosi.” Arif melempar puntung rokoknya asal. Ia lantas berbaring, meringkuk, menutupi tubuhnya dengan sarung.
Bab Populer