Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Anara

Anara

Dan menjadi neraka yang panas membakar disaat siang. Nama gadis itu Anara, Anara Carwen Sarendra. Putri tunggal Brama Sarendra, salah satu dari sepuluh orang paling berpengaruh di dunia. Kekayaannya tak dapat di hitung, belum lagi aset dan yayasan-yayasan yang di kelolanya. Membuat seorang Brama dan keluarganya, menjadi incaran para pencari berita.
9.92.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 75 Beses bilang ramba ral
Read
+Library
Primadonaku

Primadonaku

usul Jamal saat Basir mengutarakan keresahan hatinya untuk menolong Irvan. "Memamgnya Bang Rojak punya hape?" Jamal mengangguk, "Punya, karena kemarin aku lihat dia pamer film di hapenya sama si Saroh," cerita Jamal. Saroh adalah gadis sebaya Basir tiga belas tahun yang ditaksir Rojak pemuda tanggung itu, "Saroh jadi mau deh deket deket sama Bang Rojak, " sambungnya tertawa.
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 117 Beses bilang ramba ral
Read
+Library
Roman (sa) Arunika

Roman (sa) Arunika

Sepertinya suasana cocok untuk berdebat panas melepas “rindu pahit” “Mau apa, Bu?” Sapaan Shanala lebih kepada sebuah sindiran tajam. Apalagi mata sembabnya seolah badai yang siap menerjang siapa saja. Bu Rasmina berdecak sombong. “Cih! Pantas kamu tak merangkak pulang, ternyata kamu udah jadi pramugari, to?” sindirnya sembari memandang Nala dari ujung kepala sampai kaki.
9.924.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 548 Beses bilang ramba ral
Read
+Library
Arimbi

Arimbi

Kejam dan bringas. "Selamat malam, Nona Arimbi." Secara tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, menampilkan seorang wanita bertubuh gempal dengan senyuman terpaksa. Wanita itu masuk tanpa memedulikan Hanna yang bersidekap ketakutan. Dengan tajam kedua mata Marlina berputar seakan mencari sesuatu, dan tertawa saat menemukan barang yang dicari. Ransel milik Hanna. Tangannya yang tegap merengut ransel tersebut, lantas melemparnya ke luar pintu.
103.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 153 Beses bilang ramba ral
Read
+Library
Idola Ranjang

Idola Ranjang

Rose mengernyit bingung, danau di depannya sangat indah dan Rose ingin merasakan segarnya air di danau itu membasahi ditubuhnya. "Di sana, banyak Buaya dan ikan Piranha,” ucap Maxime dengan nada yang datar, membuat Rose meliriknya sekilas. Kerutan di dahinya, menandakan jika Rose tidak percaya. "Apa itu benar?" "Apa aku pernah bermain-main dengan ucapanku?"
1029.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 945 Beses bilang ramba ral
Read
+Library
Rembulan Untuk Mantan Pramuria

Rembulan Untuk Mantan Pramuria

pinta Risman sembari bangkit berlalu meninggalkan kamar tersebut. "Iblis!! Iblis, dasar pria bej*t!!!" pekik Ramona disertai mata yang melotot penuh amarah. Masih dalam keadaan terisak dalam tangis. Hanya ada sedikit perasaan bersalah pada diri Risman atas malam panas yang dilaluinya semalam. Pria itu meneguk segelas air yang baru saja ia tuang dari dispenser. Dari ekor mata dapat ia lihat, anak gadisnya berjalan dengan kedua mata yang sembab, berbalut selimut untuk menutup tubuh.
104.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 132 Beses bilang ramba ral
Read
+Library
LALI

LALI

Angin semilir menarikan rambut panjang anak gadis Mak Ram. Sesekali mengganggu lamunan. Ia menyibakkan rambut yang terlepas dari ikatan dan mencoba bergelayutan manja di wajahnya. Ia duduk di teras rumah. Menikmati suasana sore yang indah. Di depan rumah yang terbuat dari anyaman bambu milik Mak Ram terdapat taman bambu yang menyejukkan suasana. Suara kemeratak dari bambu yang saling bergesekan karena angin menarikan batangnya menambah syahdu suasana. Setiap sore, gadis itu menikmati pemberian Tuhan.
106.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 190 Beses bilang ramba ral
Read
+Library
Rasa

Rasa

timpal teman yang lain mengucapkan selamat untuk Aya. “Ehe, makasih lho makasih. Abang Aya yang menang, Aya yang diucpin yaa... makasi kalian,” jawab Ataya penuh bangga. Kondisinya sudah sedikit kondusif dan tidak seramai sebelumnya. “Hey, bener Aya nama abangmu ada disini. Abian Airuz Aldari?” Kyra baru bisa melihat jelas nama nama juara lomba MHQ. Dan betu saja, nama Abian tertera disana.
104.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 104 Beses bilang ramba ral
Read
+Library
Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan Dadakan dengan CEO

Asal tahu saja, kemampuan Rama boleh dibilang termasuk yang terbaik di sanggar seni bela diri. “Bram nggak dari sanggar mana pun. Dia teman Chintya, datang dari Kota Mambera. Karena dia kuasai sedikit ilmu bela diri, dia ingin tanding denganku, juga bisa belajar beberapa jurus dariku.”
9.55.5M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 207.1K Beses bilang ramba ral
Ipakita ang mga Review (863)
Read
+Library
Mawar Merah
cerita ini alur ceritanya bagus,aq jg suka,tokoh dalam bacaan Olivea dan Stefen bkn penasaran,tapi sayang tdk biaa langsung baca,hrs beli koin,padahal gk tau caranya bagai manacaranya bisa baca tanpa hrs beli koin,smg apa yg kuhatapkan dikabulkan,jadi bisa baca ceritanya gak terputus bs sampai akhir
Sumarni Wati
ceritanya menarik sekali cuma harus beli koin terus mahal.. saya sudah habis lebih dari 1 juta belum selesai juga novelnya.. alangkah lebih baik jika konsumen dikasih reward yang lebih besar karena sudah setia mengikuti good novel. biar tambah banyak pelanggan setia nya... semangat penulis..good job
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status