Hidup Kembali di Zaman Kuno
Ki Rangga, “Zirah mereka... megah, Tuan. Dada dan punggung dari baja. Tapi... saat hujan turun semalam, banyak dari mereka menggigil seperti anak itik.”
Ki Ara menimpali sambil mengangguk, “Itu zirah yang sama yang membuat mereka tak mampu berlutut saat panah kita menghujani. Beratnya menarik mereka ke tanah, tak bisa lari.”
Ki Rinu, prajurit tua yang pernah berperang di zaman ayah Raka, “Dulu pun aku sering melihatnya. Zirah besi memang melindungi, tapi hanya kalau musuh berdiri di depanmu dan memberimu waktu. Di perang sesungguhnya, yang menang bukan yang paling tebal bajunya, tapi yang paling cepat menebas.”
Hot Chapters