Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

Sebenarnya dia terlihat tidak ingin mengajakku karena merasa tidak enak akhirnya dia menyerah saja. * Mas Dirga mengetuk pintu rumah berwarna coklat tua itu, sementara menunggu aku mengedarkan pandangan dan rumah berlantai satu yang terlihat sangat bersih dan rapi. Lantaimya berkeramik putih, beberapa ornamen ukiran Jawa yang digantung di dinding depan, membuatnya nampak apik dan unik, terlihat sekali memiliki nilai ketertarikan tinggi pada seni.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as rara mendut
Read
+Library
Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

“Saskia Delani, kamu masih belum berubah sedikit pun. Hatimu sudah busuk sampai ke akar-akarnya.” Clarise bersandar dalam pelukan Collin dan memandangku dengan penuh kasihan. “Kamu itu mantan istri Collin yang mencampakkannya waktu dia mengidap leukemia? Cuma 400 juta masih belum cukup buatku untuk beli anting.” Collin memeluk Clarise erat-erat sambil berujar dengan lembut, “Untung aku ketemu sama kamu. Kita juga akan segera punya anak.”
29.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as rara mendut
Read
+Library
Menjadi Istri Dadakan Si Om Tampan

Menjadi Istri Dadakan Si Om Tampan

Dan Meta, seperti biasa, akan menjadi orang pertama yang mendengarnya. Selesai mandi, Rania keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Udara kamar yang ber-AC membuat kulitnya terasa lebih segar. Ia naik ke kasur dan duduk di tengahnya, menarik napas seolah menahan sesuatu yang dari tadi ingin meledak. Meta langsung meletakkan ponselnya dan merapat, wajahnya penuh rasa ingin tahu. “Gimana, mau cerita apa? Jangan bikin gue penasaran,” katanya tak sabar.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as rara mendut
Read
+Library
Tunduklah, Tuan Iblis! Istri Bisumu Adalah Tabib Dewa

Tunduklah, Tuan Iblis! Istri Bisumu Adalah Tabib Dewa

​BLAAAR! ​Seketika, ledakan hawa prana penyejuk berwarna biru keputihan meledak dahsyat dari dalam tubuh Rara. Bentrokan ekstrem tak terhindarkan; hawa dingin abadi dari Mandala Amerta milik Rara bertubrukan telak dengan api hitam Geni Asura milik Mahesa.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as rara mendut
Read
+Library
Mutiara Untuk Abang

Mutiara Untuk Abang

Dan siang itu, bukannya memikirkan nasibnya di rumah sakit, Didik justru terbuai oleh pesona imitasi yang dipancarkan oleh seorang Rara. Mereka sudah dekat sejak beberapa bulan belakangan. Tentu saja Rara yang mendekatinya. Berpura-pura keseleo karena heels tingginya patah ketika berpapasan dengan Didik. Apa mungkin ia sudah merencanakan lama untuk menjatuhkan Mutiara sampai ia harus membungkuk untuk mendekati Didik? Rara memang cerdas. Kecerdasannya sudah terkenal sejak SMA. Sayangnya cerdasnya itu selalu tertutup dengan sifat iri dengki sebab tak pernah puas dengan pencapaiannya sendiri.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as rara mendut
Read
+Library
Pria Perkasa Penakluk Wanita

Pria Perkasa Penakluk Wanita

Bagian inti tubuh Rara berdenyut-denyut tanda dia akhirnya mendapatkan puncaknya lagi. Rara terus memuji-muji Nathan, memuji kehebatan Nathan, memuji ketangguhan Nathan yang berhasil membawanya seakan masuk dalam dimensi lain karena kenikmatan yang dia alami ini, jauh lebih hebat dari yang pasangannya berikan untuknya selama ini. Rara adalah seorang dosen di negara lain yang tertarik dengan pembicaraan di Grup Tante Nepsong yang dia lihat di HP temannya.
9.478.7K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as rara mendut
Read
+Library
Asisten Kesayangan CEO Angkuh

Asisten Kesayangan CEO Angkuh

Rara melangkah mendekat hingga jaraknya dengan meja Raka tinggal lima langkah. "Nama kamu?" Raka mengangkat kepalanya, menatap wajah gadis muda di depannya. Mengapa masih kecil begini?" "Mutiara, Pak. Mutiara Defa." "Umur kamu berapa? Mengapa masih kecil sekali? Pendidikan terakhir?" "Oh, berapa ya, Pak? Ehm, saya baru saja lulus, Pak. Sarjana." Rara mengarang indah. Ia tidak mungkin menceritakan latar belakang pendidikannya.
13.0K viewsCompletedAdded to Library 493 Times as rara mendut
Read
+Library
Kamar 2A

Kamar 2A

—nama yang kelewat manis untuk bangunan tua seperti ini—berdiri sunyi, seolah semua penghuninya sedang menahan napas. Secara fisik, Rara memiliki penampilan yang tidak mencolok namun memikat dengan caranya sendiri: tinggi sedang, tubuh ramping karena lebih sering melewatkan makan daripada diet sengaja, dan rambut hitam gelombang ringan yang selalu ia ikat sembarangan ketika bekerja. Wajahnya berkulit sawo matang halus, dengan mata gelap yang terlihat lelah namun tajam, jenis tatapan yang menyimpan cerita panjang di baliknya. Ia jarang memakai riasan kecuali lip balm dan bedak tipis.
530 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as rara mendut
Read
+Library
Untuk Asa (Indonesia)

Untuk Asa (Indonesia)

Sedengkul sudah air membasahi celana pria tersebut. "Gampang, nanti tinggal pinjem punya Jae." "Terus kenapa dilipet segala? Buang-buang tenaga." Rara menggelengkan kepala, lalu ujung bibirnya tertarik ke atas, tergelak singkat. Memang Darwin satu spesies dengan adiknya, sama-sama aneh. "Biar lo ketawa, Ra. Dari tadi gue perhatiin lo cemberut terus."
107.2K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as rara mendut
Read
+Library
SUAMI KONTRAK, TAPI TIAP MALAM MINTA HAK!

SUAMI KONTRAK, TAPI TIAP MALAM MINTA HAK!

“Ya. Dan kali ini… aku tidak akan kalah.” Aroma parfum mawar samar menyebar di udara, mendahului kemunculan Rara. Gaun krem selutut yang membalut tubuhnya membuatnya terlihat manis, sementara rambut panjangnya diikat setengah, menyisakan beberapa helaian yang jatuh alami di pipinya. Sepasang mata itu langsung mengunci pada Raya, dan di balik senyum lembutnya, ada tatapan yang membuat perut Raya terasa seperti diremas. “Oh, Mbak,” suara Rara terdengar hangat, terlalu hangat. “Nggak nyangka kita bisa ketemu di acara ini. Dunia memang kecil, ya?”
101.1K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as rara mendut
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status