Belahan Jiwa
Namun, senyumanku itu luntur, ketika Dilla datang dan menatap remeh kearahku.
“Selamat datang kembali Ris dan semangat bekerjanya,” ucap Ian.
“Terima kasih bos Ian,” jawab Risa, “Kalau begitu saya permisi bos Ian,” tambah Risa.
Mendapat anggukan kepala, aku segera menuju tempat kasir. Sesampai di meja dekat komputer kasir, aku masih menyempatkan diri untuk melihat bos Ian dan Dilla naik ke ruangan mereka.
Hot Chapters