PARAMOUR
Ia tahu tak ada kesunyian di Manhattan, bahkan saat ia memejamkan kedua matanya untuk mencoba menenangkan pikiran, ia hanya mendengar klakson yang kadang samar terdengar.
*****
Acara jamuan belum berakhir, alunan musik klasik pun masih mengisi Hall yang berisikan meja-meja bundar yang diisi oleh para tamu undangan. Vivian dan Nathan pun berusaha untuk menyapa para tamu undangan yang tak lupa memberikan selamat. Sampai seorang pria perawakan tinggi, berkulit putih dengan wajah asia datang, memeluk Vivian yang tampak bahagia menyambut pelukan itu. Wajah yang tak asing, karena ia mengenali pria itu sebagai salah satu pesohor dan anggota keluarga dari kerajaan bisnis dunia.
Hot Chapters