SUAMI YANG SEMPURNA
“Why, Kevin? Kamu tahu kalo menikah tanpa didasari cinta itu nggak akan bisa membuat hubungan kita jadi lebih baik. Kecuali, kamu suka berkhayal dan ingin kehidupan kamu menjadi happy ending seperti yang ada dalam film atau novel. Karena sampai kapan pun hal itu nggak akan pernah terjadi!”
“Hm, sayangnya saya tidak suka baca novel. Dan kebanyakan film yang saya tonton itu berakhir dengan scary ending.”
“Scary ending? Apa maksudnya?” Tatapanku berubah bingung,
Yang aku tahu, sejak dulu hanya tercipta dua ending saja di dunia ini. Sad ending dan happy ending, tidak ada yang namanya scari ending. Benar-benar aneh si mas-mas tua ini.