Aku Istri yang Tidak Dianggap
Suaraku sedikit bergetar ketika mengucapkan kalimat sakral, yang menjadi tanda berpindahnya tanggung jawab ayah mertuaku menjadi tanggung jawabku terhadap Adelya, yang sekarang resmi menjadi istriku.
“Saya terima nikah dan kawinnya Adelya Putri Sasmitha binti Bapak Herry Sasmitha, dengan emas kawinnya yang tersebut, dibayar tunai,” ucapku tegas. Bagai tertimpa durian runtuh, aku menahan haru, kala menyadari akhirnya impianku, untuk menikah dengan Adelya bisa terlaksana dengan sempurna. Penantian panjang yang penuh liku akhirnya menemui jalannya, berakhir dalam sebuah ikatan suci pernikahan.