Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan
lanjutnya kemudian memejamkan mata, tidak menunggu respon sang istri.
Malam yang gelap dan tentram, cenderung sepi pada beberapa pinggir kota, menenangkan dan nyaman rasanya untuk terlelap yang tenang. Berharap mampu melupakan segala yang terjadi hari ini, kemarin, dan yang telah berlalu, hingga berharap mampu memperkirakan segala yang baik untuk masa mendatang. Sayangnya, itu hanya harapan, harapan, harapan lagi, dan harapan, bahkan selalu harapan. Tak jarang pikiran yang telah lalu bersama penyesalan, datang secara konyol dan pergi meninggalkan kesedihan lama yang dibangunkan.
Hot Chapters