JERAT HASRAT TETANGGA TAMPAN
Setelah mobilku terparkir di garasi, aku menoleh sekilas ke arah rumahnya Andreas dengan dongkol.
*
Malamnya, Pras merangkak naik ke atas ranjang. Dia merentangkan kedua tangannya ke atas sambil mengerang.
“Lagi banyak kerjaan?” Aku membuka percakapan.
“Hm, begitulah. Ah, aku mau ngomong sesuatu padamu,” sergah Pras.
“Aku juga, Mas.”
“Apa, Ndin?”
“Mas duluan deh.”
“Gini, tiga hari lagi aku harus berangkat ke Hongkong. Rencananya Star TV mau menjalin kerja sama dengan salah satu layanan OTT di sana.”