Tokyo Dai Roman
Dengan berat hati, matanya perlahan mulai terbuka, menyadari kenyataan yang ada.
“Selamat tinggal, ibu. Aku mencintaimu.”
Setetes air mata pun jatuh mengaliri wajah Reiko.
Upacara pemakaman dilangsungkan keesokan harinya. Berbalut pakaian serba hitam, Hasumi duduk di sebuah ruangan yang dihadiri banyak orang. Tak jauh dari tempat duduknya, terpampang sebuah foto yang dihias dengan bunga. Dalam foto itu, Reiko sedang tersenyum lebar. Seolah ia bahagia karena tak perlu lagi merasakan sakit di dunia. Seolah berkata, “selamat atas kelulusanmu, Hasumi”. Namun Hasumi hanya bisa menatap foto itu dengan mata sembab karena menangis semalaman. Ia benar-benar tak bisa tidur. Ia masih saja tak menyangka
Sikat na Kabanata