Dinodai Sebelum Malam Pertama
Rentetan kata yang membentuk prosa seperti anak sungai yang mengalirkan perasaan dari dalam dasar hatinya.
“Wow, cukup lama. Bisa bahasa Sunda?” tanya Nuha dengan terkekeh pelan. Ia menyadari perasaan yang Adisty simpan. Lantas ia berupaya berbicara santai untuk memperbaiki kesedihan yang terlukis di wajah wanita dewasa tersebut.
“Tiasa sakedik,” katanya dengan ragu. (Bisa sedikit)
“Ngartos teu Kang Darren?” tanya Nuha menoel lengan kokoh suaminya. Darren menurunkan pandangannya menatap Nuha dan menjawab, “Ngartos Neng,”