Pembalasan Untuk Pengkhianat
Aku pulang dulu, mau ke lapangan sekalian, cek kerjaan anak-anak.
[Iya, Gun. Sukses selalu.]
[Aku sudah lama sukses, sukses menjomblo] diiringi dengan emot tertawa lebar.
Aku pun hanya tersenyum menanggapinya.
Kurebahkan diri ini, rasanya nyaman sekali.
Pikiranku kembali melayang ke Ratih, kasihan Ratih, harus kehilangan Ayah yang begitu ia sayangi.
Semoga kamu kuat Ratih, anggap saja Mas Arjuna pengganti Ayahmu, itulah harga yang harus kamu bayar dari perbuatan kejimu.