Suami Dadakan Ku Bukan Kuli Biasa
Berkali-kali Rania menarik napasnya dalam-dalam, dia berusaha untuk tetap kuat.
"Dev, maafkan aku. Tapi, percayalah. Aku benar-benar terpaksa,melakukannya," ujar Riana dengan suaranya yang parau, air mata yang sudah mengering--kini kembali ada, jatuh--membasahi kedua pipinya.
Suara ketukkan membuat Rania tercengang. Punggung tangan wanita itu segera mengusap jejak basah pada kedua pipinya, dan bersuara.