Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ruang Rindu

Ruang Rindu

Dengan sendu ia menatap gadis yang berbulan-bulan tidak bangun dari tidurnya, lelaki itu melepaskan kacamatanya lalu duduk di samping ranjang. "Ara, berapa lama lagi kamu akan bangun? apa sebegitu suka tidurnya kah kamu? Ra, dunia sudah banyak berubah. apa kamu tidak ingin melihat dunia lagi yang selalu kau ajak bercanda selama ini?" ujarnya lagi sembari mengusap lembut pipi pucat gadis itu. "Pulang lah Ra! Rindu ini mengerikan" sambung lelaki itu lalu menggenggam tangan gadisnya. Satu tahun sudah berlalu sejak kejadian mobil travel meledak di perbatasan Saradana, selama itu juga Ara tidak bangun dari tidurnya. Kecelakaan yang memang di sabotase oleh beberapa oknum, dan parahnya mengorbankan
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Baca
+Pustaka
ANESTESI RINDU

ANESTESI RINDU

Menyaksikan interaksi dua orang paling berharga dalam hidupnya ini selalu memicu rasa hangat yang luar biasa di dadanya. ​Anestesi Rindu yang pernah menjadi penguji cinta dan kesabaran mereka kini telah berubah menjadi ikatan yang tak terputus. Tidak ada lagi ketakutan akan masa lalu, yang ada hanyalah keyakinan bahwa selama mereka memegang tangan satu sama lain, badai apa pun akan mampu mereka lalui.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Baca
+Pustaka
Kerinduan Tak Berujung

Kerinduan Tak Berujung

Pembantu pun menanggapi dan mulai membereskan, menumpuk semua album foto dan bingkai foto berbagai ukuran di halaman. Stella membuka beberapa botol koleksi anggur merah Felix dan menuangkannya di atasnya. Dia menuangkan segelas anggur untuk dirinya sendiri dan memberikan satu gelas kepada pembantunya. Prang! Suara hancurnya botol anggur itu seolah melambangkan hancurnya hubungan mereka yang telah dibangun selama 5 tahun ini.
17.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Setelah menenggak sedikit minuman, baru Rindu menjawab, "Waktu itu aku lagi duduk di depan, kan, Mas. Eh, tiba-tiba ada rombongan anak kecil, tuh. Aku dengar mereka lagi bahas nasi rasa pelangi sama bulan sabit. Waktu itu aku nggak kepikiran mau juga. Tapi, tadi tiba-tiba kebawa mimpi. Kebetulan aku lapar tengah malam. Dan nggak tahu kenapa rasanya pengen banget makan nasi itu meski aku belum tahu wujudnya." Aku tersenyum mendengar penjabaran Rindu. Pantas saja istilahnya berganti, ternyata informasi dari anak kecil. Hem, ada-ada saja. Untung aku tidak tertipu dan mencari perisa pelangi ke seluruh penjuru negeri. "Mas mau juga nggak?" Rindu menawarkan makanannya padaku yang tinggal setengah.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Baca
+Pustaka
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

"Aku rindu kita yang dulu, Luna. Aku rindu senyummu, rindu obrolan kita, rindu saat-saat kita bisa saling bercerita tanpa ada kemarahan di antara kita." Luna menelan ludah, mencoba meredam gejolak di dadanya. Kata-kata Hendri menyentuh bagian hatinya yang paling rapuh, bagian yang masih ingin percaya bahwa ada sedikit harapan bagi mereka. Tapi ingatan tentang tangis yang selalu ia tahan, luka yang tak terucap, dan malam-malam panjang yang ia habiskan dalam kesepian lebih kuat dari bujuk rayu Hendri.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Baca
+Pustaka
Cintaku Tak Lekang Oleh Waktu

Cintaku Tak Lekang Oleh Waktu

Seolah-olah dirinya kini tengah mengalami patah hati yang teramat dalam. "Oh mbak Hanna-ku, belum juga sehari ditinggal. Tapi, hati Hendro sudah rindu seperti ini. Apakah ini yang dinamakan cinta. Dekat terasa malu, jauh terasa amat rindu." ucap Hendro. "Mas Hendro, mas Hendro. Kekasih bukan, gebetan juga bukan. Gimana bisa sampean rindu sama mbak Hanna? Aneh sampean itu..." Ujar Wulan.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Baca
+Pustaka
Anakku Tak Diakui Ayahnya

Anakku Tak Diakui Ayahnya

Rasa kesalku tiba-tiba muncul melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh lelaki itu. "Aku bukan orang asing bagi Rindu. Bahkan sebelum kau berada di kehidupan Rindu, aku sudah terlebih dahulu ada di sana." Ucapan Giandra datar tetapi cukup mengena. "Aku tak akan mengizinkan seseorang mengganggu istirahat Rindu. Kau seorang dokter seharusnya kau paham bahwa dia butuh istirahat."
1020.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 790 kali sebagai rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

*** Waktu bergulir cepat, hingga Akira tak sadar jika langit telah berubah, dan petang telah beranjak menjadi malam. Akira melepas kacamata tanpa bingkainya, dan memijit pangkal hidungnya untuk menghilangkan ketegangan yang terkumpul di titik tersebut karena saking lamanya dia memakai kacamata. Dia menoleh ke arah pintu ruangannya, dan di sana telah menyembul kepala Rindi. "Mas Akira, ayok kita jalan sekarang, semua udah pada siap," ujarnya sambil melemparkan senyum lebarnya.
1029.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Baca
+Pustaka
Aku bukan istri biasa

Aku bukan istri biasa

Rindi pamit lalu balik pulang meninggalkan rumah Danu. Saat dijalan pulang, Rindi menggerutu karena gagal sudah mendapatkan perhatian dari Danu. "Menyebalkan! Aku pikir dia akan teringat kembali dengan kue kesukaannya." Rindi terus berpikir bagaimana caranya agar Danu bisa mengingat kembali masa-masa indah mereka? Dengan begitu mudah buat dia untuk masuk kembali ke hati Danu.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Baca
+Pustaka
Ikatan Tak Dirindu

Ikatan Tak Dirindu

Selama perjalanan dia membayangkan momen-momen indah pernikahannya bersama Sagara yang sudah mereka tempuh dalam rentang waktu 6 tahun. Sambil menyetir, Safira merasa tak sabar waktu ingin segera bergulir dengan cepat sampai ke nanti malam. Hadiah apa yang ingin kamu persembahkan untukku nanti malam? Dalam hatinya, Safira menerka-nerka kado cinta dari Sagara. Bersambung
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status