Rindu yang Lupa
"Kau baik-baik saja?"
"Jika tidak, maka kau akan melihat diriku rebah berkawan jarum infus." Jawab Fira retoris.
"Maafkan aku," ungkapnya seperti merintih. Ia sering melihat adegan peluk dalam film, lalu kecup bibir ketika lama dipermainkan rasa khawatir yang dikontaminasi kerinduan akut. Ingin sekali ia melakukan, hawa nafsu dan akal pikirannya berseteru, hati kecil melerai. Ia tinggal di negara yang menjunjung harga diri seorang wanita dengan amat baik. Dalam agamanya pun dilarang menyentuh apalagi sampai memeluk pasangan bukan muhrim. Alasan klasik itu mendekam erat di tempurung otak Aldi. Ia paham, zaman telah melunturkan larangan tersebut. Kata anak abad dua satuan, tak kenal peluk dan
Hot Chapters