Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Susu Anak Keponakanku

Ibu Susu Anak Keponakanku

“Aku tidak main-main dengan kata-kataku.” Wajah Rindu memerah, entah karena amarah atau malu. “Kamu sudah gila?! Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu sama Tante kamu sendiri? Apa kau gak sadar… kalau itu salah?” Arka tidak menjawab. Ia hanya menatapnya, membiarkan kata-kata pedas Rindu menghujam dirinya. “Mulai hari ini, batasi dirimu, Arka. Aku gak mau mendengar ucapan seperti itu lagi,” desis Rindu akhirnya sebelum berdiri, lalu berjalan cepat menuju kamar.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai rindu terlarang
Baca
+Pustaka
Jodoh Kontrak untuk si Bos Galak

Jodoh Kontrak untuk si Bos Galak

Sampai kemudian ketika Bisma dan mencuci tangan, Rindi menghalangi langkahnya. “Mau apa kamu, Rin? Tolong minggir, saya mau lewat.” “Kamu gak bales chatku,” ujar Rindi tanpa sedikit pun menggeser tubuhnya. “Saya gak tahu kalau itu kamu.” “Kalau kamu tahu, kamu bakal bales?” “Gak juga. Karena menurut saya, perkataan kamu gak penting. Untung aja Cassie gak baca.”
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai rindu terlarang
Baca
+Pustaka
Membalas Perselingkuhan (Mantan) Suami

Membalas Perselingkuhan (Mantan) Suami

Deva tertawa mendengar perkataan Rindi. "Emangnya kenapa?" "Cewek tuh makannya lama. Dulu pas makan sama teman-teman cewek di kampus, mereka biasanya paling lambat kalau urusan makan." "Aku bukan cewek seperti itu." Rindi berkata seraya mengambil sendok dan garpu dan bersiap-siap mengeksekusi seblak tersebut. "Ingat! Kalau kamu kalah, Kamu harus berpura-pura menjadi pacar seorang JANDA." Ia tersenyum sinis pada Deva.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai rindu terlarang
Baca
+Pustaka
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

"Eh, iya? Aduh maaf ya, Mel. Tadi aku enggak ngerti apa yang dikatakan Emang itu, dia sih enggak ngomong secara gamblang tentang pantangannya." "Iya, nggak apa-apa, Rin. Lain kali jangan asal-asalan di tempat kaya gini, karena siapa tau kita bakalan kena sesuatu yang enggak diinginkan." Rindu sangat teledor, jika tidak berhati-hati keteledorannya akan membawanya ke jurang kehancuran.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai rindu terlarang
Baca
+Pustaka
Sang Penggoda

Sang Penggoda

selidik Rinjani pada Rindu. “Uang yang dikasih sama bos ibu, Kak. Percuma di simpan kalau jadi pajangan aja, mending aku pakai,” jelas Rindu jujur. Rinjani mengangguk-anggukkan kepalanya, ia membenarkan apa yang Rindu sampaikan. Mahasiswi antick itu juga sempat ragu untuk menggunakan kartu itu atau tidak, tetapi ia tidak sempat memakainya karena kedatangan seseorang yang membuat harinya cukup cerah.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai rindu terlarang
Baca
+Pustaka
OKE, MARI BERCERAI

OKE, MARI BERCERAI

Rindu masih berusaha berkilah. "Bulshit! Manusia punya akal, pakai akal sehat kamu kalau kamu masih waras!" hardik Bu Rasti yang sangat geram kepada Rindu. "Kendalikan diri kamu, karena kalau memang kamu perempuan baik-baik yang berbeda dari mamamu, kamu pasti tidak akan merusak kebahagiaan perempuan lain demi mewujudkan kebahagiaanmu sendiri! Dan perlu kamu tahu, Rindu. Apapun itu, jika caramu memiliki dengan merampas milik orang lain, kamu tidak akan pernah bisa tenang dan bahagia memilikinya!"
10114.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai rindu terlarang
Baca
+Pustaka
DUSTA SEORANG SUAMI

DUSTA SEORANG SUAMI

Tak ingin membuat laki-laki itu merasa besar kepala. “Kami hanya bertemu untuk makan siang. Kebetulan urusan kantor yang mengharuskan kami bertemu, Nun,” jawab Rindu perlahan. “Masih sanggup kamu berbohong kepadaku, Rin? Sering kalian bertemu, tapi tak pernah satu pun di antara kalian menceritakannya kepadaku. Semenjak kapan kantor menugaskan kalian untuk saling bertemu? Kenapa kalian harus menutupi pertemuan kalian jika memang itu tak salah?”
1056.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai rindu terlarang
Baca
+Pustaka
Mendadak jadi Suami Youtuber

Mendadak jadi Suami Youtuber

Sejenak hening. "Okelah, itu hak kamu kalau emang nggak mau lagi bikin video mukbang dan lebih memilih beralih tema. Tapi, tolong banget, Rin, ada dua restoran yang nggak bisa di-cancel gitu aja karena mereka udah ngantre lama." "Pokoknya nggak ada konten mukbang lagi!" tegas Rindu.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai rindu terlarang
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Siluman Pemakan Manusia

Terjerat Cinta Siluman Pemakan Manusia

Banyak gunung yang disakralkan oleh masyarakat sekitar karena dipercaya memiliki sosok yang menguasai tempat tersebut. Oleh karena itu, sedari dulu bahkan sampai sekarang, rinjani tidak pernah melakukan hal yang menjadi larangan di tempat itu. Tapi, seberapa kuatnya ia berpikir, tetap saja rinjani tidak mendapat jawaban kenapa perasaannya bisa terus merasa tak tenang seperti ini. Gadis itu mulai mengendus badannya sendiri. Hidungnya menangkap aroma yang tak enak untuk dihirup. “Astaga, kenapa aku sampai lupa kalau belum mandi.”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai rindu terlarang
Baca
+Pustaka
PIL KB MILIK IBU MERTUA

PIL KB MILIK IBU MERTUA

Entah, apa motifnya? Namun, di mata mereka apa pun motifnya menyakiti orang lain bukanlah hal bijak untuk dilakukan. Di saat yang sama ponsel Rindi dalam tas berdering. Rupanya dari Huda. Wanita itu segera mengklik icon berwarna merah untuk menolaknya. Ia tak ingin Huda curiga bahwa dia sedang berada di kantor polisi. Tak ingin juga polisi curiga ketika mendengar percakapannya dengan Huda.
1024.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 954 kali sebagai rindu terlarang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status